Kamis, 30 April 2026

Berita Sungailiat

Angka Stunting Kabupaten Bangka Turun 1,96 Persen, 2023 Targetkan Zero Stunting

Pemkab Bangka melalui Tim Pemberantasan Stunting melaksanakan pertemuan rembuk stunting di Hotel Novilla Sungailiat

Tayang:
Penulis: edwardi | Editor: khamelia
Bangkapos.com/Edwardi
Pemkab Bangka melalui Tim Pemberantasan Stunting melaksanakan pertemuan rembuk stunting di Hotel Novilla Sungailiat, Selasa (20/04/2021). 

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Pemkab Bangka melalui Tim Pemberantasan Stunting melaksanakan pertemuan rembuk stunting di Hotel Novilla Sungailiat, Selasa (20/04/2021).

Kegiatan dibuka Bupati Bangka Mulkan, dan Wakil Bupati Bangka Syahbudin menjadi narasumber.

Kegiatan dihadiri Wakil Ketua 1 DPRD Kabupaten Bangka Mendra Kurniawan, anggota DPRD Kabupaten Bangka Romlan, perwakilan GOW, Forum Bangka Sehat, Bank Sumsel Babel Cabang Sungailiat, media massa, MUI, Kemenag Kabupaten Bangka, para pejabat dan kepala OPD, para camat, kades/lurah dan stakeholder lainnya.

Kegiatan ini ditandai dengan penandatanganan komitmen bersama seluruh stakeholder untuk  membantu melaksanakan penurunan dan pemberantasan stunting.

Bupati Bangka Mulkan mengatakan angka prevalensi stunting balita di Kabupaten Bangka menurun dari 2013-2020.

"Pada tahun 2013 angka stunting di Kabupaten Bangka 32,27 persen, 2018 angka stunting 23,9 persen, 2019 turun menjadi 20,86 persen dan 2020 terus turun menjadi 1,96 persen dan tahun 2023 kita menargetkan zero stunting," kata Mulkan.

Dilanjutkannya, karena itulah untuk melakukan pekerjaan menurunkan angka stunting ini perlu ada kerja sama berbagai konvergensi kelembagaan.

"Bersama Kemenag Kabupaten Bangka kita melakukan komitmen bersama untuk mengantisipasi terjadinya pernikahan dini, sebab pernikahan dini juga menjadi salah satu faktor terjadinya stunting," ujar Mulkan.

Selain itu juga bekerja sama dengan media massa untuk menyebarkan kepada masyarakat kalau stunting ini sangat berbahaya yang bisa mengganggu pertumbuhan dan kecerdasan anak-anak, serta rawan terserang penyakit.

"Ada beberapa strategi yang harus dilakukan untuk menurunkan angka stunting ini, dimana pemerintah harus berkomitmen bersama-sama fokus untuk menurunkan angka stunting ini, dan Kuta juga selalu melakukan kampanye secara nasional untuk memberikan informasi secara keseluruhan," kata Mulkan.

Dilanjutkannya harus melakukan penggabungan atau integrasi berbagai lembaga dan bagaimana memberikan asupan bergizi bagi anak-anak, selalu melakukan pengawasan atau monev.

"Dari 62 desa dan 19 kelurahan yang ada di Kabupaten Bangka saat ini ada 10 desa yang menjadi lokus pemberantasan stunting jadi diperlukan perhatian lebih kesini," ujar Mulkan.

Dilanjutkannya, Pemkab Bangka juga selalu melakukan seminar-seminar agar masyarakat juga bisa ikut mendukung program pemerintah dalam kegiatan ini.

Sementara Wakil Bupati Bangka Syahbudin menambahkan masyarakat juga harus mengubah pola hidup dan kebiasaan yang kurang baik.

"Misal masyarakat khusus di desa-desa itu dalam hal menggunakan air, tempat mandi, pola asupan makanan harus lebih mengandung gizi yang baik, kalau di kampung-kampung itukan banyak sayuran hijau yang bergizi hanya persoalan untuk mengubah kebiasaan saja," kata Syahbudin.

Ditambahkannya, selain itu harus juga mengubah pola hidup dalam menjaga kehamilan, melahirkan dan pola asuh bayi dan penyediaan pendidikan.

"Karena itu upaya pencegahan stunting ini dimulai dari usia pernikahan yang harus diperhatikan dan jangan sampai terjadi pernikahan dini supaya aturan dan pola hidup sehat itu bisa terjadi," kata Syahbudin.

(Bangkapos.com/Edwardi)

Sumber: bangkapos.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved