Breaking News:

Berita Sungailiat

Hari Tuberkolosis Sedunia, Komunitas Eliminasi TBC Ajak Masyarakat Pahami Bahaya TBC

Komunitas Eliminasi Tuberkolosis Kabupaten Bangka melaksanakan kegiatan sosialisasi pemberantasan penyakit TBC bagi masyarakat

Penulis: edwardi | Editor: khamelia
Bangkapos.com/Edwardi
Komunitas Eliminasi Tuberkolosis melaksanakan kegiatan sosialisasi pemberantasan penyakit TBC bagi masyarakat dan sejumlah komunitas masyarakat di Kabupaten Bangka di Masjid Nurul Huda Kelurahan Parit Padang Kecamatan Sungailiat, Senin (19/o4/2021) sore. 

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Komunitas Eliminasi Tuberkolosis Kabupaten Bangka melaksanakan kegiatan sosialisasi pemberantasan penyakit TBC bagi masyarakat dan  sejumlah komunitas masyarakat di Kabupaten Bangka di Masjid Nurul Huda Kelurahan Parit Padang Kecamatan Sungailiat, Senin (19/o4/2021) sore. 

Sosialisasi tersebut digelar dalam rangka peringatan Hari Tuberkolosis Sedunia.

Koordinator Wilayah Komunitas Eliminasi TBC Bangka, Elwin Wijaya mengharapkan dengan adanya sosialisasi tersebut dapat meningkatkan pemahaman masyarakat terkait seputar penyakit TBC. Sehingga masyarakat dapat terhindar dan berperan dalam pencegahan TBC.

"Kegiatan ini sengaja kami libatkan para masyarakat umum serta para pemuda pemudi dari berbagai komunitas. Harapannya ke depan mereka akan menjadi agen terhadap pencegahan penularan TBC di masyarakat," ujar Elwin.

Narasumber pelaksanaan kegiatan tersebut melibatkan Kepala Seksi Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan Dinas Kesehatan Bangka, Sopianto. Serta turut hadir Ketua Umum BKPRMI Bangka, Hari Subari.

Sopianto menjelaskan banyak stigma negatif terkait TBC yang berkembang di masyarakat. Sehingga individu yang mengidap TBC pada umumkan akan merasa malu untuk memeriksakan dirinya ataupun berobat di layanan kesehatan.

"Penyakit ini sangat mudah menular melalui udara dan banyak masyarakat merasa minder mengidap penyakit ini. Padahal penangannya harus sedini mungkin agar tidak terlalu parah saat penanganannya," ujar Sopianto.

Dirinya juga menyampaikan kedepannya akan menempatkan kader di setiap puskesmas yang ada di Kabupaten Bangka. Tujuannya guna memantau serta mendampingi masyarakat dengan gejala TBC agar penanganan dapat cepat dilaksanakan.

Sementara itu, Hari Subari berpendapat konsep pencegahan penyebaran TBC telah sesuai dengan syariat islam yaitu mencintai kebersihan. Sehingga apabila masyarakat dapat menjaga kebersihan kemungkinan akan terhindar dari penyakit.

"Edukasi serta sosialisasi seperti ini sangat penting bagi kita. Terutama dalam menjaga kebersihan diri serta lingkungan yang mana salah satu faktor pencegahnya yaitu prilaku hidup bersih dan sehat," tutur Hari.

(Bangkapos.com/Edwardi)

Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved