Breaking News:

Virus Corona di Bangka Belitung

Insentif Nakes Belum Dibayar Empat Bulan, Padahal Sangat Dibutuhkan, Tahun Ini Tak Pakai Dana Pusat

Pembayaran insentif tenaga kesehatan (Nakes) yang terlibat dalam penanganan Pandemi Covid-19 di Pangkalpinang, tahun ini tak lagi menggunakan anggaran

bangkapos.com
Kepala Dinas Kesehatan Kota Pangkalpinang, Dr Masagus Hakim. (Bangkapos.com/Dok) 

BANGKAPOS.COM , BANGKA -- Pembayaran insentif tenaga kesehatan (Nakes) yang terlibat dalam penanganan Pandemi Covid-19 di Pangkalpinang, tahun ini tak lagi menggunakan anggaran pemerintah pusat.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Pangkalpinang, dr Masagus M Hakim, Selasa (20/4/2021) menyatakan, insentif Nakes Pemkot Pangkalpinang, tahun ini dibayarkan menggunakan dana refocusing.

Namun kata Hakim, sejak Januari lalu hingga kini, para Nakes tersebut belum menerima dana insentif hasil refocusing tersebut.

"Kita hasil refocusingnya belum ada karena kita bukan lagi dari pemerintah pusat, sejak tahun ini kita pembayaran insentif Nakes dianggarakan dari refocusing. Ini penghitungannya belum selesai jadi belum bisa dicairkan," jelas Hakim kepada Bangkapos.com, Selasa (20/4/2021).

Sementara itu, Pihak Dinas Kesehatan Pangkalpinang menginginkan segera, namun dari bagian keuangan belum selesai menat refocusing, hingga anggaran belum bisa dikucurkan seluruhnya.

Hakim menyebutkan, kurang lebih Rp15 miliar anggaran refocusing pemerintah kota yang dianggarkan untuk pembayaran insentif Nakes selama satu tahun.

"Kalau kita harapannya bisa segera dicairkan, karena para Nakes kita kerjanya sudah dari Januari dan ini sudah empat bulan hitungannya, kasiaan juga para Nakes kita yang mungkin sebagian membutuhkan betul insentif itu," sebut Hakim.

Diakui Hakim, anggaran penanganan Covid-19 Tahun 2021 di Kota Pangkalpinang memang lebih besar dibanding tahun lalu.

Menurutnya, penambahan anggaran tersebut untuk pembayaran insentif tenaga kesehatan (Nakes) di mana tahun lalu insentif Nakes masih dibayar langsung oleh pusat.

"Insentif para Nakes tahun lalu masih dibayarkan pusat langsung, kemarin perempat bulan dicairkannya. Tahun ini jadi kita memang lebih besar dari tahun kemarin," katanya.

"Kalau untuk penanganan memang lebih kita fokuskan pada proses vaksinasi dan anggaran tersebut juga tersmasuk biaya oprasional Laboratorium Biomolekuler atau Lab PCR kita, dan itu menjadi prioritas dan tambahannya," lanjut Hakim.

Hakim memastikan pihaknya akan bekerja semaksimal mungkin, seiring adanya ketersediaan anggaran yang sudah disiapkan.

"Kita akan bekerja semaksimal mungkin, selalu memberikan pelayanan yang terbaik untuk masyarakat. Dan proses vaksinasi juga masih terus berlanjut semoga bisa menekan angka penyebaran," ujarnya.(Bangkapos.com/Andini Dwi Hasanah)

Penulis: Andini Dwi Hasanah
Editor: Fery Laskari
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved