Breaking News:

Berita Pangkalpinang

Kisah Pengubur Jenazah Pasien Covid-19, Membahayakan Diri Namun Tanpa Insentif

Setahun sudah mereka berjibaku dengan situasi yang membahayakan diri mereka lewat tugas memakamkan jenazah pasien Covid-19.

Bangkapos.com/Riki Pratama
Ferry Herlambang (38) bersama tiga rekan lainya di Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Babel yang bertugas menguburkan jenazah pasien Covid-19 di Provinsi Bangka Belitung, foto diambil, Selasa (20/4/2021). 

BANGKAPOS.COM, BANGKA - Ferry Herlambang (38) bersama rekan lainya di Tim Reaksi Cepat (TRC) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bangka Belitung bertugas menguburkan jenazah pasien Covid-19 di Provinsi Bangka Belitung.

Setahun sudah mereka berjibaku dengan situasi yang membahayakan diri mereka lewat tugas memakamkan jenazah pasien Covid-19. Ia awalnya tak pernah menyangka mendapatkan tugas memakamkan jenazah pasien Covid-19.

Ferry mengatakan, bekerja di BPBD Babel sejak Januari 2012 sebagai tim TRC. Selama bekerja, mereka melakukan penanganan bencana alam, mulai dari pra bencana, saat bencana dan pasca bencana.

Kemudian setelah Covid-19 mewabah pada Maret 2020 lalu. Mereka diperbantukan untuk bertugas di Satgas Covid-19 membatu penanganan dan percepatan Covid-19 Babel, termasuk aktivitas menguburkan jenazah.

"Dari awal kami melakukan sosilisasi edukasi terkait prokes, tracing pasien ODP yang baru tiba dan keluar daerah, terlibat operasi yustisi penegakan prokes. Hingga penjemputan serta pemakaman pasien Covid-19," jelas Ferry kepada Bangkapos.com, Selasa (20/4/2021) di kantor Sekretariat TRC.

Selama terlibat dalam prosesi pemakaman, Ferry mengatakan mereka tak pernah kenal waktu. Kapanpun waktu ada pasien yang meninggal dunia mereka harus siap menjemput dan mengantarkan ke TPA.

"Pemakaman yang kita lakukan tidak tentu, apabila sudah mendapatkan dari pimpinan terkait ada pasien terkonfirmasi Covid-19 yang meninggal dunia. Diharapkan untuk membantu dalam pemakaman tidak mengenal waktu, kadang pagi, malam, dini hari hingga subuh," lanjutnya.

Wilayah pemakaman yang dilakukan seluruh wilayah di Bangka Belitung di pulau Bangka. Mereka membantu menjemput dan mengantarkan jenazah dari rumah sakit hingga ke daerah asal jenazah.

"Jadi kami semua sudah siap dari semua kebutuhan Alat Pelindung Diri (APD), kami selalu membawa APD lebih untuk antisipasi jangan sampai kekurangan. Karena kami juga ini membantu BPBD di kabupaten/kota dalam menganai jenazah pasien Covid-19," ujarnya.

Selama, melakukan pemakaman Ferry dan rekan lainya harus mampu menahan panas dan pengapnya baju pelindung diri yang mereka kenakan.

Halaman
123
Penulis: Riki Pratama
Editor: El Tjandring
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved