Breaking News:

Berita Kriminal

Mitra PT Timah Membelot, Tilep Dua Ton Hasil Tambang Laut Sukadamai, Direskrim Sebut Penggelapan  

Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Kepulauan Bangka Belitung (Babel) menyita dua ton lebih pasir timah hasil penambangan

Penulis: Antoni Ramli | Editor: Fery Laskari
istimewa
Mobil pengangkut pasir timah hasil penggelapan oleh mitra PT Timah di Perairan Sukadamai Toboali Basel saat diamanakan di Polres Basel.(Ist) 

BANGKAPOS.COM , BANGKA - Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Kepulauan Bangka Belitung (Babel) menyita dua ton lebih pasir timah hasil penambangan di Perairan Sukadamai Toboali, Kabupaten Bangka Selatan, Sabtu (18/4/2021) lalu.

Dua ton lebih pasir timah tersebut, disita polisi dari pihak mitra kerja PT Timah Tbk, bertepatan kunjungan kerja (Kunker) dan Audensi Kapolda Kepulauan Bangka Belitung, Irjen (Pol) Anang Syarif Hidayat ke nelayan setempat, tiga hari lalu.

Direktur Ditreskrimsus (Direskrimsus) Polda Kepulauan Babel, Kombes (Pol) Haryo Sugihartono, Selasa (20/4/2021) mengatakan, dua ton lebih pasir timah itu diduga telah disalah-gunakan oleh oknum mitra PT Timah Tbk dalam modus penggelapan.

"Sudah kita amankan, dari oknum yang diduga mitra PT Timah. Jadi modusnya mitra, tapi disisihkan untuk digelapkan, jadi judulnya bukannya ilegal mining,  tapi penggelapan," ujar Haryo melalui sambungan telepon, Selasa (20/4/2021).

Menurut Haryo, proses atau kelanjutan kasus penggelapan pasir timah oleh mitra kerja tersebut, ada di tangan PT Timah Tbk.

Sebab,  menurutnya kasus tersebut merupakan delik aduan. Bahkan jika perusahaan plat merah tersebut legowo, kasus penggelapan pasir timah tersebut selesai begitu saja.

"Kalau inikan delik aduan,  tergantung pemiliknya. Pemiliknya PT Timah, jadi kalau PT Timah nanti ada semacam kebijakan yang lain,  akan menerima tapi memutuskan SPK-nya berarti permasalahan hapus dengan sendirinya," tegasnya.

Namun, Haryo belum bisa menyebutkan nama perusahaan mitra PT Timah, yang telah menggelapkan dua ton lebih pasir timah tersebut,  lantaran ia sedang menjalankan tugas kerja di Jakarta.

Beberapa saksi, telah diperiksa dan dimintai keterangan oleh Penyidik Ditreskrimsus Polda Babel. "Karena itukan barangnya PT timah,  kurang tahu pasti ada dua ton lebih.  Saya lagi tugas di Jakarta, untuk detailnya tanyakan Kasubdit ya. Intinya modusnya,  bukan ilegal mining tapi menyisikan barang hasil kerjasama, saksi sopir, sopir sudah diperiksa," tegasnya.

Sebelumnya disebutkan, Satuan Tugas Penegakan Hukum Pengamanan Aktivitas Ponton Isap Produksi (PIP) dan Kapal Isap Produksi (KIP) di Laut Toboali dikabarkan mengamankan puluhan kampil pasir timah yang diduga ilegal.

Halaman
12
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved