Breaking News:

Berita Bangka Selatan

13 Honorer RS Pratama Kriopanting Payung Mengundurkan Diri, Sejak Upah Turun Jadi Rp1,3 Juta

13 orang tenaga honorer di Rumah Sakit (RS) Pratama Kriopanting Kecamatan Payung Kabupaten Bangka Selatan (Basel) mengundurkan diri karena

(Bangkapos.com/dok)
ILUSTRASI: Bupati Bangka Selatan, Riza Herdavid saat melakukan apel evaluasi terhadap tenga honorer beberapa waktu lalu 

BANGKAPOS.COM , BANGKA - 13 orang tenaga honorer di Rumah Sakit (RS) Pratama Kriopanting Kecamatan Payung Kabupaten Bangka Selatan (Basel) mengundurkan diri karena diduga permasalahan upah yang ditetapkan oleh Pemerintah Kabupaten Bangka Selatan senilai Rp1,3 Juta.

Direktur RS Pratama Kriopanting, dr Helen saat dihubungi melalui panggilan telepon membenarkan pengunduran diri 13 tenaga honorer di lingkungan kerja rumah sakit di Kecamatan Payung tersebut.

Mundurnya 13 tenaga honorer di RS Pratama Kriopanting ini menyebabkan pihak manajemen rumah sakit untuk memutar otak agar pelayanan kepada masyarakat khususnya di unit rawat inap.

dr Helen mengakui agar pelayanan tetap berjalan, maka pihaknya memutuskan agar pegawai tetap bersama dengan kepala ruangan untuk sementara waktu mengisi kekosongan ini.

"Sementara waktu ini kami menginstruksikan kepala ruangan dan pegawai tetap lainnya untuk membantu dan mengisi kekosongan ini sembari menunggu rekrutmen yang baru," ujar dr. Helen kepada Bangkapos.com pada Rabu (21/4/2021).

Ia juga mengaskan jika pelayanan di Rumah Sakit Pratama Kriopanting Payung tetap buka, termasuk layanan rawat inap.

"Untuk pelayanan kita tetap buka dan kita berusaha dengan keterbatasan ini tetap memberikan pelayanan yang maksimal kepada masyarakat," katanya.

Jika nantinya telah ada pegawai baru maka proses pelayanan akan kembali normal dan pegawai tetap lainnya dapat bekerja normal sesuai fungsi sebelumnya.

Mengenai penyebab puluhan tenaga honorer mengundurkan diri, Helen mengakui tidak mengetahui secara pasti apa penyebabnya, namun menurutnya setelah adanya kebijakan baru mengenai upah tenaga honorer menjadi Rp1,3 Juta karena kondisi saat ini di daerah.

"Kemungkinan besar karena upah yang ditetapkan oleh pemerintah, namun kondisi ini tidak bisa kita elakkan karena kondisi saat ini yang terjadi," katanya. (Bangkapos.com/Jhoni Kurniawan)

Penulis: Jhoni Kurniawan
Editor: Fery Laskari
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved