Breaking News:

Berita Pangkalpinang

BPJS Ketenagakerjaan Pangkalpinang Berikan JKK dan JKM ke Siswa Penerima Beasiswa

Kantor Cabang BPJS Ketenagakerjaan Pangkalpinang, melakukan Penyerahan manfaat beasiswa pendidikan anak peserta program Jaminan

Bangkapos/Riki Pratama
Kantor Cabang BPJS Ketenagakerjaan Pangkalpinang, melakukan Penyerahan manfaat beasiswa pendidikan anak peserta program Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) dan Jaminan Kematian (JKM). 

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Kantor Cabang BPJS Ketenagakerjaan Pangkalpinang, melakukan Penyerahan manfaat beasiswa pendidikan anak peserta program Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) dan Jaminan Kematian (JKM).

Ini dilakukan sesuai dengan Permenaker 5 tahun 2021 tentang cara penyelenggaraan program jaminan kecelakaan kerja, jaminan kematian dan jaminan hari tua.

Penyerahan simbolis beasiswa dilakukan di ruang rapat Romodong, kantor Gubernur Bangka Belitung sembari disaksikan melalui aplikasi Zoom bersama Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah beserta jajarannya, bersama 34 Provinsi lain.

Kepala Kantor Cabang BPJS Ketenagakerjaan Pangkalpinang Agus Theodoros Parlian Marpaung, bersama Sekda Pemprov Bangka Belitung Naziarto, hadir dalam penyerahan.

Kepala Kantor Cabang BPJS Ketenagakerjaan Pangkalpinang Agus Theodoros Parlian Marpaung, mengatakan kegiatan ini dilakukan sejak 2019 lalu, namun hari ini dilakukan serentak seluruh Indonesia.

"Jadi kita lakukan secara serentak, karena sebelumnya menunggu regulasi atau turunan untuk memberikan pembayaran beasiswa. Jadi yang menerima beasiswa ini pihak ahli waris, peserta yang mengalami kecelakan kerja atau meninggal dunia yang anaknya masih sekolah dari SD sampai kuliah mendapatkan beasiswa,"ujar Agus Theodoros Parlian Marpaung, kepada Bangkapos.com, Rabu (21/4/2021).

Dia menyebutkan, sebanyak 37 orang penerima beasiswa dengan penyerahan secara simbolis dilakukan untuk dua orang ahli waris dan sebanyak empat orang anak diberikan diberikan Sekda Babel.

Yang mendapatkan beasiswa dari SD sampai selesai kuliah, nominal untuk SD per tahun  Rp 1,5 juta, SMP Rp 2 juta, SMA Rp 3 juta, dan kuliah Rp 12 juta dengan total 174 juta.

"Setiap peserta yang orang tuanya mengalami kecelakan kerja dan meninggal dunia anak maksimal dua orang mendapatkan perlindungan beasiswa untuk melanjutkan sekolah sampai jenjang pendidikan tingggi ini juga untuk memutuskan tingkat kemiskinan,"katanya.

Dengan, adanya program ini, selain dapat memutuskan angka kemiskinan, juga dapat menjaminkan apabila terjadi kehilangan pekerjaan. Pekerja di Babel boleh mendapatkan karena dicover BPJS Ketenagakerjaan.

Terpisah, Menteri Ketenagakerjaan, Ida Fauziyah, yang menyampaikan melalui aplikasi zoom atau online mengatakan, semua beasiswa terhadal anak akan diberikan atau terealisasi sebelum lebaran Idul Fitri.

"Pendidikan itu adalah masa depan. Masa depan tidak hanya dimiliki mereka anak-anak yang orang tuanya masih bersama atau memberikan manfaat pendidikan. Pendidikan juga harus dimiliki anak karena kondisi tertentu orang tua tidak bisa memberikan secata penuh dan layak atau karena ditinggalkan orang tua bapak atau ibunya,"ujar Ida Fauziyah.

Ida menyampaikan rasa harunya terhadap anak, karena ada yang ingin menjadi pengusaha. Menurutnya, dengan menjadi pengusaha dapat membantu Kementrian Ketenagakerjaan untuk membuka lapangan pekerjaan ke masyarakat.

"Diharapkan semakin banyak pekerja di Indonesia mempercayakan jaminan sosial ke BPJS Ketenagakerjaan semakin pentingnya mendapat perlindungan dari BPJS Ketenagakerjaan. Saya berharap anak-anak semua jangan takut bermimpi karena akan diwujudkan oleh BPJS Ketenagakerjaan, manfaat beasiswa untuk meraih masa depan kalian semua,"ujarnya. (Bangkapos/Riki Pratama)

Penulis: Riki Pratama
Editor: khamelia
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved