Breaking News:

Berita Pangkalpinang

Penerapan PPKM Mikro, Kadinkes Kota Tegaskan Tidak Seluruh Wilayah Dilakukan Pembatasan

Inmendagri ini menegaskan tentang perpanjangan PPKM mikro kelima menjadi PPKM mikro keenam yang dimulai pada 20 April 2021.

Bangkapos.com/Cici Nasya Nita
dr Masagus Hakim 

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian menandatangani Instruksi Mendagri (Inmendagri) Nomor 9 Tahun 2021 tentang Perpanjangan Pemberlakuan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Mikro dan Mengoptimalkan Posko Penanganan Covid-19 untuk Pengendalian Penyebaran Covid-19 pada Senin (19/4/2021).

Inmendagri ini menegaskan tentang perpanjangan PPKM mikro kelima menjadi PPKM mikro keenam yang dimulai pada 20 April 2021.

Kemudian, PPKM mikro tahap keenam ini diberlakukan di 25 provinsi, yakni Sumatera Barat, Jambi, Kepulauan Bangka Belitung, Lampung, Kalimantan Barat, DKI Jakarta, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Jawa Timur, Bali, Kalimantan Timur, Sulawesi Selatan, Sumatera Utara, Kalimantan Selatan, dan Kalimantan Tengah.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Pangkalpinang dr. Masagus M Hakim (MH), mengatakan pihaknya akan menerapkan PPKM (Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat) pasa wilayah yang memang rawan atau kasus covid-19 tinggi saja.

"PPKM itukan terlokalisir kalau misalnya Kota Pangkalpinang di kelurahan mana yang kasusnya tinggi itu yang dibatasi, jadi tidak seluruh kelurahan kita batasi bukan juga berarti seluruh Kota Pangkalpinang dilakukan pembatasan," ungkap Hakim kepada Bangkapos.com, Rabu (21/4/2021).

Kata Hakim, tak ada masalah masyarakat ingin beraktivitas seperti biasa asal tetap menerapkan protokol kesehatan dengan baik saja.

"Tidak ada masalah PPKM mikro itukan hanya ditingkat kelurahan kalau kasus meningkat kelurahan itu yang kita batasi jadi tidak seluruhnya bukan masalah. Yang penting itu protokol kesehatanya saja yang harus tegap diterapkan," tegasnya.

Sementara Wali Kota Pangkalpinang Maulan Aklil (Molen) juga menyebutkan hal yang sama, apalagi kata Molen ia tak ingin sama sekali aktivitas masyarakat di Pangkalpinang jadi terbatasi.

"Sekarang sudah saatnya bangkit, kita jangan mau kalah sama covid ini, kita tidak ingin mati karena covid kita juga tidak ingin mati karena ekonomi, jadi semuanya harus berimbang, berjalan beriringan ekonomi jalan kesehatan juga jalan," tegasnya.

Kata Molen, dengan Provinsi Bangka Belitung ditetapkan kembali PPKM Mikro sebetulnya bukan masalah besar yang perlu dikhawatirkan.

"Tiada ada pembatasan-pembatasan itu, PPKM mikro itukan hanya di tingkat kelurahan kalau kasusnya meningkat, yang penting kita jaga kesehatan saja tetap protokol kesehatannya dijalankan," sebutnya.

(Bangkapos.com/Andini Dwi Hasanah)

Penulis: Andini Dwi Hasanah
Editor: khamelia
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved