Breaking News:

Ramadhan 2021

Porsi Makan Berlebih Dapat Bikin Kadar Kolesterol Tinggi, Begini Tips Aman Berpuasa  

Puasa pada bulan Ramadan hukumnya wajib bagi Umat Muslim yang sudah masuk dalam kategori wajib berpuasa.

istimewa
dr Hasri Nopianto, Dokter Umum yang pernah bekerja di RSUD Depati Hamzah Pangkalpinang yang sedang menempuh Program Pendidikan Dokter Spesialis Orthopedi dan Traumatologi Universitas Brawijaya (Foto Ist). 

BANGKAPOS.COM , BANGKA -- Puasa pada bulan Ramadan hukumnya wajib bagi Umat Muslim yang sudah masuk dalam kategori wajib berpuasa.

Dokter (dr) Hasri Nopianto, dokter umum yang pernah bekerja di RSUD Depati Hamzah Pangkalpinang yang sedang menempuh Program Pendidikan Dokter Spesialis Orthopedi dan Traumatologi Universitas Brawijaya mengatakan berbagai penelitian menunjukkan bahwa puasa dapat membawa kebaikan bagi kesehatan tubuh.

"Salah satu manfaat puasa adalah memperbaiki profil lemak yang berkaitan dengan kolesterol tinggi di dalam tubuh," ujar dr Hasri, Rabu (21/4/2021).

Ia menerangkan ada empat jenis kolestrol yang perlu dipahami meliputi ;

1. Kolesterol baik
Semakin tinggi tingkat kolesterol baik atau high-density lipoprotein (HDL) , maka akan semakin baik untuk kesehatan. Nilai HDL minimal 60 mg/dL atau lebih dapat membantu mengurangi risiko penyakit jantung.

2. Kolesterol jahat
low-density lipoprotein (LDL) atau kolesterol jahat sebaiknya berada pada tingkat yang rendah atau dapat ditoleransi tubuh, yaitu kurang dari 100 mg/dL.

Jumlah LDL 100-129 mg/dL dapat dikatakan sebagai ambang batas toleransi. Jika melebihi jumlah tersebut kolesterol jahat dapat menyebabkan berbagai masalah kesehatan seperti ateroma, penyakit jantung, dan stroke.

3. Trigliserida
Semakin rendah tingkat trigliserida, maka akan semakin baik untuk kesehatan. Jumlah trigliserida 150-199 mg/dL dapat dikatakan berada pada ambang batas tinggi.

4. Kolesterol total
Kolesterol total merupakan gabungan dari jumlah kolesterol baik, kolesterol jahat, dan trigliserida dalam darah. Biasanya, dengan melihat kadar kolesterol total dan HDL saja sudah dapat menggambarkan kondisi umum kadar kolesterol. Kadar kolesterol yang kurang dari 200 mg/dL masih bisa ditoleransi.

"Porsi makan yang berlebihan juga bisa menjadi penyebab kolesterol naik saat puasa, khususnya saat berbuka puasa. Seseorang berpikir karena seharian tidak mengonsumsi makanan, sah-sah saja mengonsumsi makanan dan minuman tersebut dan hal tersebut tidak akan memberikan pengaruh yang terlalu besar pada kadar kolesterol dalam darah," jelas dr Hasri.

Halaman
12
Penulis: Cici Nasya Nita
Editor: Fery Laskari
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved