Breaking News:

Berita Bangka Barat

Satgas Covid-19 Bangka Barat Terapkan PPKM Mikro, Delapan Desa Rawan Jadi Perhatian

Satgas Covid-19 Kabupaten Bangka Barat menerapkan PPKM berbasis mikro di wilayah Kabupaten Bangka Barat sejak Senin (19/4/2021).

(Bangkapos.com/Rizky Irianda Pahlevy)
Jubir Satgas Covid-19 Kabupaten Bangka Barat, Putra Kusuma. 

BANGKAPOS.COM, BANGKA - Satgas Covid-19 Kabupaten Bangka Barat menerapkan PPKM (Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat) berbasis mikro di wilayah Kabupaten Bangka Barat sejak Senin (19/4/2021).

Hal ini menindaklanjuti surat Kemendagri nomor 9 tahun 2021, yang memasukan Provinsi Bangka Belitung bersama dengan 24 Provinsi lainnya diinstruksikan untuk menerapkan PPKM Mikro serta pengoptimalan Posko penanganan Covid-19 di tingkat desa dan kelurahan.

"Di Bangka Barat kami melihatnya ke skala desa jadi desa yang tujuh hari terakhir ada yang di atas 10 kasus, kami akan menerapkan pola PPKM Mikro," ujar juru bicara Satgas Covid-19 Kabupaten Bangka Barat, Putra, Rabu (21/04/2021).

“Jadi testing masif, tracking dan memaksimalkan peran kewilayahan yang diinisiasi oleh pihak desa dan Satgas Kecamatan diturunkan ke desa,” katanya lagi.

Dengan diterapkan PPKM Mikro peran desa serta posko penanganan covid-19 akan dimaksimalkan, serta kerja sama di level masyarakat diharapkan saling membantu untuk menekan

"Jadi yang tidak terdampak dalam desa itu tetap bisa beraktivitas seperti biasa, tapi yang terdampak harus ketat melakukan karantina mandiri. Kemudian juga mengurangi interaksi dengan orang luar, tetapi tetangga juga harus support," jelasnya.

Lebih lanjut Putra menegaskan terkonfirmasi positif covid-19 bukanlah aib, sehingga seluruh pihak harus dapat bekerja sama dalam melakukan pengendalian covid-19 terutama di lingkungan terdekat.

"Langkah strategis yang kita lakukan untuk test kita lakukan tetap masif, ada test yang kita telusuri dari kontak erat dan ada juga dari full test.”

“Kemudian ada wacana wisma karantina di desa dan di kecamatan, lalu pengaktifan kembali posko. Sebenarnya posko dibuat bukan untuk membatasi, tapi sebagai kesiapsiagaan desa," tuturnya.

Lebih lanjut di Kabupaten Bangka Barat terdapat delapan desa yang masuk dalam kategori rawan covid-19 yakni Sungai Daeng, Belo Laut, Kundi, Sekar Biru, Jebus, Tempilang, Mislak dan Ranggi Asam.

"Kami melihat kasus aktif di desa itu banyak, sehingga agar tidak menularkan ke yang lain kita harus lakukan isolasi secara ketat. Harapan semua kompenen dari Provinsi sampai desa bergerak bersama bersinergi dalam mengendalikan ini, ketika bersinergi insyallah target kita dalam dua bulan ini kasus covid-19 akan melandai," ungkapnya.

(Bangkapos.com/Rizky Irianda Pahlevy)

Penulis: Rizki Irianda Pahlevy
Editor: El Tjandring
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved