Breaking News:

Berita Pangkalpinang

Satgas Covid-19 Bangka Belitung Masih Analisa Zona Merah, akan Diberlakukan PPKM Mikro

Wilayah mana yang ada di Babel untuk diberlakukan pelaksanaan PPKM Mikro masih menunggu hasil pertemuan dengan pihak Polda Babel bersama tim Satgas.

Bangkapos.com/Cici Nasya Nita
Sekretaris, Percepatan Penanganan Covid-19 Provinsi Bangka Belitung, Mikron Antariksa saat Live Streaming Bangka Pos. 

BANGKAPOS.COM, BANGKA - Pemerintah telah memutuskan kembali melakukan perpanjang pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) mikro.

Keputusan itu disampaikan Ketua Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional Airlangga Hartarto, Senin (19/4/2021) lalu.

PPKM mikro tahap keenam dilaksanakan mulai 20 April sampai 3 Mei 2021.

Sebanyak 5 provinsi yang ditambah untuk melaksanakan kebijakan tersebut, yaitu Sumatra Barat, Jambi, Bangka Belitung, Lampung, dan Kalimantan Barat, berdasarkan jumlah kasus aktifnya.

Sekretaris Percepatan, Penanganan Satgas Covid-19, Provinsi Bangka Belitung, Mikron Antariksa, mengatakan, untuk penentuan wilayah mana yang ada di Babel untuk diberlakukan pelaksanaan PPKM Mikro masih menunggu hasil pertemuan dengan pihak Polda Babel bersama tim Satgas.

"Karena yang disampaikan oleh pemerintah pusat tersebut baru tingkat Provinsi, dari Pemerintah Provinsi Babel yang nantinya menganalisa kabupaten/kota serta desa mana yang termasuk dalam zonasi merah sekarang ini untuk dilaksanakan PPKM," jelas Mikron kepada Bangkapos.com, Rabu (21/3/2021).

Mikron menambahkan, besok mereka baru dapat menentukan daerah mana yang akan diberlakukan PPKM Mikro sesuai dengan petunjuk teknis pemerintah.

"Untuk pelaksanaan yang ditetapkan secara nasional ke provinsi Babel, dari juknis kita akan membuat analisis besok bersama pihak Polda Babel dalam upaya melakukan PPKM daerah mana saja di Babel diberlakukan itu," katanya.

Tetapi, dia mengatakan Provinsi Babel sebelumnya telah terlebih dahulu melakukan PPKM Mikro untuk memutus kasua positif Covid-19 di suatu wilayah yang banyak terdapat kasus aktif.

"Tetapi kita sudah pernah melaksanakan PPKM seperti dahulu seperti di Bangka Selatan dan di Bangka Barat," katanya.

Kemudian persoalan anggaran, kata Mikron saat ini memang masih terjadi kendala di Satgas Covid-19, karena belum dicairkanya anggaran.

"Soal anggaran operasional Satgas Covid-19 Babel yang belum cair sangat berpengaruh tentunya terkait penganggaran. Karena segala sesuatu dari kebijakan tetap harus menggunakan anggaran," ujarnya.

Mikron menjelaskan walaupun mereka saat ini tak memiliki anggaran kegiatan di Satgas Babel, akan tetap memberikan yang terbaik dan semampunya.

"Kami tetap memberikan yang terbaik sesuai kapasitas, walaupun dengan keterbatasan anggaran, sampai mana kami bisa bekerja, dan tentunya kami tidak begitu optimal," keluhnya.

(Bangkapos/Riki Pratama)

Penulis: Riki Pratama
Editor: El Tjandring
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved