Breaking News:

Wawancara Eksklusif

Wawancara Eksklusif- Sekda Kota Pangkalpinang Radmida Dawam Tetap Punya Waktu untuk Keluarga

Tangis Radmida tak bisa ia bendung saat menceritakan begitu sayangnya ia pada sang suami, dan selalu menyempatkan kesibukannya tetap bersama keluarga.

Penulis: Andini Dwi Hasanah | Editor: El Tjandring
Ist/dok humas pemkot iwan
Dialog Ruang Tengah bersama Bangka Pos, yang bertemakan Dengan Semangat Hari Kartini, Tingkatkan Pemberdayaan Perempuan, Rabu (21/4/2021) bersama Sekretaris daerah Kota Pangkalpinang Radmida Dawam. 

BANGKAPOS.COM, BANGKA - Tangis Sekretaris Daerah Kota Pangkalpinang Radmida Dawam pecah saat mengenang kasih sayang suaminya tercinta Yanuar dalam perbincangan Dialog Ruang Tengah bersama Bangka Pos diperingatan hari Kartini, Rabu (21/4/2021).

Tangis haru Radmida itu tak bisa lagi ia bendung saat menceritakan begitu sayangnya ia dengan sang suami, dan ia selalu menyempatkan kesibukannya tetap bersama keluarga.

Meskipun selalu sibuk dengan pekerjaan sebagai panglima ASN di pemerintah Kota Pangkalpinang, hingga menjadi dosen ilmu hukum di perguruan tinggi swasta di Pangkalpinang, bagi Radmida waktu luang bersama keluarga adalah hal yang sangat penting harus ia manfaatkan.

Bahkan saat bulan ramadhan, Radmida selalu menyempatkan untuk pulang ke rumah sebelum pukul 17:00 WIB, agar dirinya masih bisa menyiapkan makanan berbuka puasa untuk suaminya.

Tak lagi ada anak-anak di rumah, Radmida dan suami Yanuar hanya tinggal berdua saja di rumah sebab anak-anak mereka ada di Kota Bandung.

Berikut petikan wawancara khusus wartawan Bangka Pos, Andini Dwi Hasanah dengan Sekretaris Daerah Kota Pangkalpinang Radmida Dawam di Dialog Ruang Tengah, Rabu (21/4/2021).

Bagaimana mengatur waktu bersama keluarga sementara kepadataan pekerjaan luar biasa?

Walaupun saya banyak agenda di luar kami masih bisa makan siang bersama, kalau memang tidak bisa bertemu kami akan janjian bertemu di tempat makan mana.

Kemudian pulang kerja paling cepat saya pulang pukul 17:30 WIB, kadang selepas Isya saya baru pulang nah suami saya kadang yang menjemput, jadi sopir saya suruh pulang karena saya mau pulang bersama suami, dan pulangnya bukan langsung pulang ke rumah tapi kita jalan-jalan dulu.

Karena sehabat apapun perempuan di luar, di dalam rumah tangga kepala keluarga itu tetap suami, saya inshaallah berusaha tidak mau menyakiti hati suami kalaupun saya merasa menyakiti beberapa waktu kemudian saya langsung minta maaf.

Dan saya punya kebiasaan sejak menikah sebelum tidur malam saya punya kebiasaan selalu mencium tangan suami saya, karena saya takut saya tidak dibangunkan lagi dari tidur saya. Saya ambil tangannya saya cium lalu saya ngomong minta maaf meskipun dia sudah tidur.

Apalagi kalau hari libur, saya ingin sebisa mungkin saya di rumah bersama keluarga, becocok tanam, olahrga bersama, hingga menyiapkan makan bersama. Kalau malam juga saya di rumah kalau tidak ada agenda saya hanya di rumah saja.

Apakah memang cita-cita menjadi ASN?

Keluarga saya hampir semuanya kerja di Bank dan saya sendiri yang menjadi ASN, saya sebenarnya saat itu juga diterima disalah saru Bank, tapi saat itu juga saya diterima sebagai ASN. Saya basicnya dari kementrian soial berurusan lagi dengan masyarakat sosial. Jadi menurut saya di ASN itu saya bisa berbuat banyak, berbaur dengan masyarakat langsung dan ini yang sangat saya sukai dari dulu.

Halaman
12
Sumber: bangkapos.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved