Breaking News:

Tribunners

Zakat sebagai Solusi Mengatasi Kemiskinan

Masalah kemiskinan di masyarakat sebetulnya bisa diatasi dengan berbagai cara terkait dengan zakat.

Zakat sebagai Solusi Mengatasi Kemiskinan
ISTIMEWA
Johan, S.Ag - Ketua Dewan Masjid Indonesia (DMI) Kota Pangkalpinang

DI bulan Ramadan ini ada satu kewajiban lagi bagi umat muslim selain melaksanakan puasa yakni menunaikan zakat. Zakat menurut istilah agama Islam artinya "kadar harta yang tertentu, yang diberikan kepada yang berhak menerimanya, dengan beberapa syarat." (H. Sulaiaman Rasyid, 2011:192).

Zakat merupakan salah satu rukun Islam yang kelima. Hukumnya fardhu 'ain atas tiap-tiap orang yang cukup syaratnya. Zakat ini sudah dikenakan setiap orang yang mengaku diri Islam meskipun seorang bayi yang baru saja lahir baginya wajib dikeluarkan zakatnya oleh orang tuanya. Begitulah Islam mengaturnya.

Esensi Zakat

Adapun zakat menurut jenis nya ada dua, yakni zakat mal dan zakat fitrah. Zakat mal wajib dibayarkan ketika benda kepemilikan yang wajib dizakati itu sudah sampai nisabnya dan sudah sampai satu tahun. Benda-benda kepemilikan yang wajib dikeluarkan zakatnya antara lain: 1) Binatang ternak; 2) Emas perak; 3) Biji makanan yang mengenyangkan (seperti beras, jagung, gandum dan lain sebagainya); 4) Buah-buahan; dan 5) Harta perniagaan.

Sementara itu, zakat fitrah, zakat ini dibayar bersamaan pelaksanaan puasa. Nabi menganjurkan alangkah baiknya jika dibayar ketika malam hari raya Idulfitri. Kenapa demikian? Tentu Nabi memiliki maksud dan tujuan, yakni agar fakir miskin di lingkupi suasana sukacita dalam merayakan hari raya Idulfitri.

Banyak ayat Al-Qur'an menyebutkan bahwa perintah zakat ini beriringan setelah perintah salat "waaqiimushsholata waatuzzakaah"yang artinya "dirikanlah sholat dan bayarkanlah zakat hartamu" "(An-nisa:77).

Betapa pentingnya zakat ini diperhatikan dalam Islam posisinya sama dengan perintah salat. Ini menandakan bahwa Islam tidak hanya mengatur hubungan vertikal manusia dengan Tuhannya, akan tetapi juga sangat memperhatikan aspek sosial hubungan horizontal antara manusia dengan manusia. Atau bisa dikatakan seseorang itu belum dikatakan beriman jikalau belum melaksanakan keduanya.

Selain itu juga ada perintah lain dalam sebuah hadis disebutkan yang artinya "Islam itu ditegakkan di atas lima dasar; (1) bersaksi bahwa tidak ada Tuhan yang hak kecuali Allah, dan bahwasanya Nabi Muhammad itu utusan Allah, (2) mendirikan salat lima waktu, (3) membayar zakat, (4) mengerjakan ibadah haji ke Baitullah, (5) berpuasa dalam bulan Ramadan." (sepakat Ahli Hadis)". Dari hadis di atas jelas bahwa fondasi seseorang yang berpredikat iman adalah bagaimana kelima dasar itu mampu diimplentasikan dalam kehidupannya.

Sense of Humanity Umat

Secara kasatmata bisa kita lihat pula bahwa perintah zakat itu bentuk perintah yang memiliki fungsi sosial kemanusiaan. Benarkah zakat ini mampu mengasah rasa kemanusian (sense of humanity) di kalangan umat Islam? Bagaimana Islam mengatur harta kepemilikan yang sudah sampai nisabnya itu dibelanjakan? Apakah Islam salah satu agama yang sangat menonjolkan keberpihakan terhadap kaum lemah?

Halaman
123
Editor: suhendri
Sumber: bangkapos
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved