Breaking News:

Tribunners

Menyemarakkan Ramadan Dengan Pesantren Kilat Virtual

Walaupun dalam suasana pandemi Covid-19, semoga tidak menyurutkan semangat kita untuk selalu menjadi pribadi yang bertakwa

Menyemarakkan Ramadan Dengan Pesantren Kilat Virtual
ISTIMEWA
Salisa - Mahasiswi FH UBB/Ketua KDA FH UBB

BULAN Ramadan merupakan bulan yang sangat dinantikan oleh seluruh umat Islam. Bulan Ramadan merupakan bulan suci penuh ampunan sebagai momentum untuk lebih mendekatkan diri kepada Allah SWT. Sebagai bulan yang penuh hikmah dan keberkahan, tentunya umat Islam berlomba-lomba mendapatkan pahala dari Allah SWT pada bulan suci Ramadan.

Hampir dua kali Ramadan kita rasakan dalam suasana pandemi Covid-19. Hal ini banyak mengubah suasana bulan Ramadan, yang sebelumnya masyarakat melaksanakan aktivitas di luar rumah dengan aman dan nyaman, namun saat ini aktivitas di luar rumah boleh dilaksanakan dengan persyaratan tetap mematuhi protokol kesehatan.

Walaupun dalam suasana pandemi Covid-19, semoga tidak menyurutkan semangat kita untuk selalu menjadi pribadi yang bertakwa serta berguna bagi nusa dan bangsa dan tetap istikamah dalam menebar kebaikan agar dapat hidup bahagia di dunia dan akhirat kelak. Selain itu, semoga kita bisa bersama-sama memanfaatkan momentum bulan suci Ramadan untuk meraih pahala sebanyak mungkin, terutama meraih keutamaan Malam Lailatur Qadar sebagai malam kemuliaan yang lebih baik dari seribu bulan.

Dalam momentum bulan suci Ramadan, tentunya banyak hal yang dapat kita lakukan untuk meraih pahala di bulan yang penuh rahmat ini. Beberapa di antaranya adalah dengan mengikuti kajian keislaman, webinar, ataupun yang paling akrab kita kenal selama bulan Ramadan yaitu adanya pesantren kilat. Kapan terakhir kali ikut pesantren kilat?

Penulis sendiri terakhir mengikuti pesantren kilat pada saat bangku sekolah menengah atas. Bagi penulis pesantren kilat adalah salah satu kegiatan yang paling ditunggu selama bulan Ramadan, sebagai wadah untuk menambah ilmu pengetahuan dan wawasan terkait keislaman dan tentunya tentang keutamaan bulan Ramadan.

Sebagai bentuk kerinduan akan suasana pesantren kilat, maka penulis bersama dengan teman-teman Komunitas Dakwah Al-Azhar Fakultas Hukum Universitas Bangka Belitung (KDA FH UBB) akan mengadakan Pesantren Kilat Bulan Ramadan Bersama KDA secara virtual daring pada 23-24 April 2021 mendatang melalui zoom meeting.

Pesantren kilat ini diselenggarakan dengan mengangkat dua buah tema, yakni "Suka Cita Ramadan: Mawas Diri di Era Pandemi, dari Rumah, oleh Jemaah, untuk Jannah" dan "Semarak Ramadan: Menyambut Lailatul Qodar dalam Nuansa Keislaman". Kegiatan ini sebagai wadah untuk mendapatkan bekal persiapan dan semangat selama Ramadan bagi generasi islamiah di Bangka Belitung dan juga Indonesia.

Adapun beberapa poin penting yang menjadi tujuan diselenggarakannya kegiatan pesantren kilat bulan Ramadan bersama KDA antara lain, pertama, membekali anak bangsa dalam meningkatkan keimanan dan ketakwaan kepada Allah SWT melalui ibadah di bulan suci Ramadan.

Kedua, memfasilitasi generasi islamiah di Bangka Belitung dan juga Indonesia untuk dapat meraih keutamaan Malam Lailatul Qadar. Ketiga, menanamkan rasa semangat dan mawas diri selama bulan Ramadan walaupun di tengah pandemi Covid-19.

Kegiatan ini dilaksanakan oleh panitia yang berjumlah 11 orang dan berlangsung selama dua hari dimulai pukul 16.00-17.30 WIB. Acara akan dibuka langsung oleh MC yang bertugas. Kemudian dilanjutkan dengan sambutan Dekan Fakultas Hukum Universitas Bangka Belitung, yaitu Dr. Dwi Haryadi S.H., M.H. dan selanjutnya sambutan dari pembina Komunitas Dakwah Al-Azhar Fakultas Hukum Universitas Bangka Belitung, Ndaru Satrio S.H., M.H. Kegiatan ini diselenggarakan agar para peserta dapat meningkatkan keimanan dan ketakwaan selama bulan Ramadan serta untuk mengetahui dan memahami kiat-kiat dalam memperoleh keutamaan Malam Lailatul Qadar pada bulan Ramadan.

Kegiatan pesantren kilat nanti mengangkat dua tema. Tema hari pertama "Suka Cita Ramadan: Mawas Diri di Era Pandemi, dari Rumah, oleh Jemaah untuk Jannah" yang nantinya akan disampaikan oleh Muhammad Amin, M.Ag selaku dosen IAIN SAS Babel, akan membahas mengenai pentingnya untuk melakukan muhasabah diri. Hal ini dilakukan untuk meningkatkan kesadaran akan pentingnya membawa bekal dalam perjalanan kehidupan agar sampai akhir tujuan dengan selamat dan bahagia. Bekal yang baik yang perlu kita siapkan adalah amal saleh sehingga bisa menyelamatkan kita dari api neraka.

Kemudian tema hari kedua "Semarak Ramadan: Menyambut Lailatur Qadar dalam Nuansa Keislaman", memiliki makna tentang bagaimana cara kita selaku umat Islam dalam mempersiapkan segala hal untuk menyambut datangnya Malam Lailatul Qadar yang sangat dinantikan.

Malam Lailatul Qadar merupakan satu-satunya malam yang secara khusus dijelaskan dalam satu keseluruhan surah dalam Al-Qur'an, yakni surah Al-Qadr. Dalam surah itu disebutkan bahwa Malam Lailatul Qadar lebih baik dari seribu bulan. "Malam kemuliaan itu lebih baik dari seribu bulan. Pada malam itu turun malaikat-malaikat dan malaikat Jibril dengan izin Tuhannya untuk mengatur segala urusan," (QS al-Qadr ayat 4-5).

Malam Lailatul Qadar begitu besar keutamaannya sehingga waktu turunnya pun bahkan dirahasiakan oleh Allah SWT di sepuluh malam terakhir agar umat Islam bersungguh-sungguh dalam mencarinya. Malam Lailatul Qadar adalah malam dengan penuh kemuliaan sehingga umat Islam berbondong-bondong untuk berburu Malam Lailatul Qadar dalam sepuluh malam terakhir di bulan Ramadan.
Dengan demikian, penulis berharap semoga kegiatan ini bisa bermanfaat bagi semua peserta dan tentunya semoga menjadi amal jariah bagi seluruh panitia pelaksana. (*)

Editor: suhendri
Sumber: bangkapos
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved