Breaking News:

Ramadhan 2021

Wajib Tahu, Tata Cara Itikaf 10 Hari Terakhir Ramadhan dari Niat, serta Rukun yang Dikerjakan

Wajib Tahu, Tata Cara Itikaf 10 Hari Terakhir Ramadhan dari Niat, serta Rukun yang Dikerjakan

Editor: M Zulkodri
Islami.co
ilustrasi itikaf 

Adapun hal-hal yang membatalkan i’tikaf adalah keluar dari masjid tanpa keperluan yang jelas, bercampur dengan istri, murtad,

Hilang akal karena gila atau mabuk, serta datang haid dan nifas ataupun semua yang mendatangkan hadats besar.

Selain Itikaf, berikut hal-hal yang dilakukan Rasulullah SAW di 10 hari terakhir Ramadhan, dikutip dari harakahislamiyah

1. Memperbanyak ibadah

2. Menyedikitkan tidur

3. Menjauhi istri-istrinya

Bolehkah perempuan Itikaf di masjid?

Itikaf adalah ibadah dengan cara berdiam di dalam masjid dengan tujuan mendekatkan diri kepada Allah SWT, yang biasa dilakukan Rasulullah SAW di 10 hari terakhir Ramadhan untuk meraih kemuliaan malam Lailatul Qadar.

Lantas, bolehkan seorang perempuan melakukan itikaf di masjid untuk mengisi 10 hari terakhir Ramadhan dan mendapatkan kemuliaan malam Lailatul Qadar?

Dikutip dari moeslimchoice.com, seorang perempuan memiliki hak untuk melakukan ibadah itikaf.

Berdasarkan hadis riwayat Imam Bukhari dan Muslim, melalui Sayyiditina Aisyah RA berikut ini.

وَعَنْهَا: - أَنَّ اَلنَّبِيَّ - صلى الله عليه وسلم - كَانَ يَعْتَكِفُ اَلْعَشْرَ اَلْأَوَاخِرَ مِنْ رَمَضَانَ, حَتَّى تَوَفَّاهُ اَللَّهُ, ثُمَّ اعْتَكَفَ أَزْوَاجُهُ مِنْ بَعْدِهِ - مُتَّفَقٌ عَلَيْهِ

Artinya, “Dari Aisyah RA, Nabi Muhammad SAW beritikaf pada sepuluh terakhir bulan Ramadhan. Aktivitas itu dilakukan hingga beliau wafat.

Kemudian para istrinya mengikuti itikaf pada waktu tersebut sepeninggal Rasulullah SAW,” (HR Bukhari dan Muslim).

Dari hadits ini, para ulama menyimpulkan bahwa perempuan memiliki hak untuk menjalankan ibadah itikaf.

Ibadah itikaf yang dianjurkan setiap waktu semakin disunnahkan pada sepuluh terakhir bulan Ramadhan.

جواز اعتكاف النساء في المساجد بإذن أزواجهن إذا لم يخش عليهن فتنة

Artinya, “Boleh itikaf perempuan di masjid dengan izin suami bila tidak dikhawatirkan terjadi fitnah,” (Lihat Syekh Hasan Sulaiman An-Nuri dan Syekh Alawi Abbas Al-Maliki, Ibanatul Ahkam, [Beirut, Darul Fikr: 1996 M/1416 H], cetakan pertama, juz II, halaman 340).

Namun demikian para ulama berbeda pendapat perihal tempat itikaf perempuan dan perihal perizinan itikaf oleh suami mereka. (*)

Artikel ini telah tayang di Tribunstyle.com dengan judul Lafal Niat Itikaf Lengkap, Arab, Latin, Artinya, Jadi Syarat Sah Itikaf di 10 Hari Terakhir Ramadhan

Sumber: TribunStyle.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved