Breaking News:

Virus Corona di Bangka Belitung

Angka Kasus Positif Meningkat, Perda Soal Covid 19 Diminta Direvisi

Terlebih, kata Jendral Bintang dua tersebut, pertumbuhan angka positif covid 19 di Babel melebih skala nasional

bangkapos.com/deddy marjaya
Kapolda Kepulauan Bangka Belitung Irjen Pol Anang Syarif Hidayat memakaikan masker kepada seorang balita yang kedapatan tak dipakaikan masker oleh orangtuanya di Pasar Pembangunan Pangkalpinang Kamis (17/9/2020). 

BANGKAPOS.COM, BANGKA - Kapolda Kepulauan Bangka Belitung, Irjen Pol Anang Syarif Hidayat, meminta kerja sama semua pemangku kepentingan, mengantisipasi merebaknya kasus covid 19 di Bangka Belitung, akhir akhir ini.

Terlebih, kata Jendral Bintang dua tersebut, pertumbuhan angka positif covid 19 di Babel melebih skala nasional. Termasuk kapasitan dan daya tampung pasien yang telah limid.

" Kita harus waspada betul, karena pertumbuhan kita telah melebihi pertumbuhan nasional, tingkat kesembuhan di bawah, termasuk kapasitas daya tampung kita sudah mendekati limit. Tolong semua bekerja, mengingatkan semua pemangku kepentingan, diamanahkan," imbuh Anang, pada Rapat Koordinasi Percepatan Vaksinasi dan Pelaksanaan  PPKM  di Gedung Tribrata Polda Babel, Jumat (23/4/2021) sore tadi.

Bahkan, dirinya menyebut merebaknya angka kasus positif covid 19 tersebut, perlu dibicarakan dengan Gubernur Kepulauan Bangka Belitung, Erzaldi Rosman.

Apakah nantinya, Bumi Serumpun Sebalai tersebut akan kembali melakukan pengetatan kebijakan sehingga angka mobilisasi masyarakat bisa sedikit melandai.
Selain itu, perlu adanya rapat terbatas antar pemangku kepentingan.

" Saya perlu diskusi dengan pak Gubernur, apakah kita akan memberlakukan pengetatan yang luar biasa seperti dulu, kalau perkembangannya seperti ini. Kita juga perlu rapat terbatas, kita harus cari solusi yang cepat, saya minta jajaran perketat pengawasan," imbuhnya.

Anang juga meminta, Perda tentang prokes covid 19 direvisi. Termasuk sanksi sanksi yang tertuang didalamnya. Sebab, jika tidak direvisi, dirinya khawatir angka perumbuhan covid 19 semakin menjadi jadi.

" Saya minta perda diubah lebih ketat lagi, sanksi tidak hanya dua kali denda saja,  karena kalau dibiarkan semakin mengkhawatirkan. Oleh karena itu kita harus segera mengambil sikap. Nanti ada waktu kita akan jalan, sabtu minggu, kita jalan," kata Anang seraya mengajak Danrem, Satgas Gugus Covid 19, dan Pemangku kepentingan lainnya.

" Masyarakat ngeyel ngeyel sudah laksanakan upaya yang lebih keras sedikit," timpalnya.

(Bangkapos.com / Anthoni Ramli)

Penulis: Antoni Ramli
Editor: khamelia
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved