Breaking News:

Berita Pangkalpinang

BPOM Tak Temukan Bahan Berbahaya, Dinas Perdagangan Pastikan Takjil di Pangkalpinang Aman

BPOM Pangkalpinang melakukan pemeriksaan 100 sampel makanan menu berbuka puasa (takjil) di seputaran kota Pangkalpinang.

Bangka pos/Andini Dwi Hasanah
Ilustrasi penjuan takjil di Kota Pangkalpinang. 

BANGKAPOS.COM, BANGKA - Selasa (20/4/2021) lalu, Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Pangkalpinang melakukan pemeriksaan 100 sampel makanan menu berbuka puasa (takjil) di seputaran kota Pangkalpinang.

Ada empat lokasi penjualan jajanan takjil pinggir jalan yang diambil sebagai sampel. Dari 100 sampel yang diambil semunya dinyatakan aman atau negatif dari empat parameter yang diujikan yakni formalin, boraks, rhodamin B, dan metalin yellow.

Empat bahan berbahaya ini kerap disalahgunakan dalam proses pembuatan makanan.

Kepala Dinas Koperasi, UMKM dan Perdagangan Kota Pangkalpinang, Donal Tampubolon, bersyukur setelah dilakukan uji sampel dari BPOM tidak ada ditemukan jenis makan kudapan berbuka puasa atau takjil di Kota Pangkalpinang yang mengandung bahan berbahaya.

Kata Donal, dengan demikian banyak penjual yang sudah paham dan mengerti bahayanya menggunakan bahan-bahan lain dalam makanan.

"Kita terima kasih juga kepada BPOM yang sudah turun untuk melakukan uji sampel terhadap jajanan takjil yang ada, kita bersyukur sekali artinya pedagang kita sudah paham dan mengerti terhadap keamanan makanan," ungkap Donal kepada Bangkapos.com, Jumat (23/4/2021).

Dengan demikian, Donal memastikan jajanan kudapan berbuka puasa di beberapa tempat di Kota Pangkalpinang cukup dibilang aman.

"100 sampel di beberapa titik yang dilakukan pengujian tersebut sudah cukup mewakili, dan semuanya aman. Makanya kami meminta terus kepada para pedagang untuk terus menjaga jangan sampai mau untung besar malah merugikan orang lain," sebutnya.

Kata Donal, BPOM bekerjasama juga dengan pihaknya nanti akan rutin juga melakukan pemeriksaan nantinya.

"BPOM nanti bekerjasama dengan kita akan rutin melakukan pemeriksaan, tidak hanya sekali ini. Kalau yang belum tahu nanti akan kita edukasi tapi kalau sudah tahu namun sengaja menggunakan bahan lain itu akan kita berikan peringatan," bebernya.

(Bangkapos.com/Andini Dwi Hasanah)

Penulis: Andini Dwi Hasanah
Editor: El Tjandring
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved