Breaking News:

Berita Kriminal

Ceceran Otak Jadi Petunjuk Ungkap Kasus Pembunuhan Ini, Begini Kronologisnya 

Ceceran otak jadi petunjuk bagi polisi mengungkap kasus ini. Hanya dalam hitungan jam, kasus itu pun terungkap. Polisi kemudian memastikan

bangkapos.com
Penemuan mayat dengan sejumlah luka di pinggir Jalan Desa Kota Kapur Kecamatan Mendobarat Kamis (22/4/2021). (Bangkapos.com) 

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Ceceran otak jadi petunjuk bagi polisi mengungkap kasus ini. Hanya dalam hitungan jam, kasus itu pun terungkap. Polisi kemudian memastikan, Hendra alias Bohel, bukan tewas karena kecelakaan lalulintas (Lakalantas), melainkan mati karena dibunuh.

Begini ceritanya. Setelah dilakukan pengecekan di tempat kejadian perkara (TKP), polisi curiga Bohel bukan korban Lakalantas, melainkan korban pembunuhan.

Pasalnya karena letak jenazah korban,Hendra alias Bohel yang dalam keadaan terluka menganga di kepala, bagian otaknya tercecer mencapai lebih dari 25 meter.

"Jadi dari awal kita sudah curiga  bahwa kejadian tersebut bukan Lakalantas, namun korban pembunuhan, apalagi kondisi letak korban dengan bagian lain (otak -red) tercecer jauh. Juga lukanya tampak bukan karena laka tapi karena senjata tajam. Langsung kita amankan rekan rekan korban yang diketahui sempat pesta miras," kata Kasat Reskrim Polres Bangka AKP Dedy Setiawan, Jumat (23/4/2021).

Setelah mengamankan tiga orang rekan korban polisi kemudian menunggu hasil visum dari RSUD Depati Bahrin Sungailiat. Hasilnya tim dokter menyatakan dua luka besar yakni dibagian kepala dan di bagian kaki akibat benda tajam.

Kaplolres Bangka AKBP Widi Haryawan kemudian memerintahkan Kasat Reskrim AKP Dedy Setiawan bersama Kanit Tipidter Ipda Dana,  Kanit Buser Ipda Judit Dwi Laksono dan Kapolsek Mendobarat Iptu Andi Eko Wardana memimpin anggota Buser Polres Bangka, Intel Polres Bangka dan anggota Polsek Mendobarat melakukan pendalaman dan penyelidikan.

Selanjutnya ketiga orang yang diamankan yakni Jeki Subekti alias Jeki Warga Labuh Pandan,  Hendra alias Hen dan Romadi alias Godang yang merupakan kakak adik Warga Desa Penagan diinterogasi. Sejak awal diintrogasi polisi, mereka menyatakan (rekayasa) Bohel merupakan korban Lakalantas.

Akhirnya didapat titik terang setelah Godang yang keterangannya terus berubah ubah menguak kejadian. Godang yang dalam keterangan awal termasuk dari Hen dan Jeki mengatakan menjadi orang terakhir bertemu Bohel.

Godang dalam cerita awal mereka mengantar Bohel dan sempat berhenti di TKP untuk buang air kecil. Saat itu Godang mengaku Bohel ditabrak truck kemudian mendatangi Hen dan Jeki memberitahukan. Mereka kemudian menginformasikan ke warga terkait kejadian. 

Godang akhirnya kepada polisi mengakui cerita itu hanya sandiwara mereka saja. Godang kemudian menginformasikan bahwa selain mereka bertiga juga ada Aswadi alias Se'O dan Saibul alias Ibul Warga Penagan yang terlibat.

Halaman
12
Penulis: deddy_marjaya
Editor: Fery Laskari
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved