Breaking News:

Berita Bangka Tengah

Penerapan PPKM Mikro, Dinkes Bangka Tengah Sudah Persiapkan Posko di Tiap Desa

Plt Kepala Dinas Kesehatan Bangka Tengah, Zaitun mengatakan, penerapan PPKM mikro memang sudah diterapkan di Bangka Tengah.

(bangkapos.com/Sela Agustika)
Plt Kepala Dinas Kesehatan Bangka Tengah, Zaitun 

BANGKAPOS.COM, BANGKA - Menteri Dalam Negeri (Mendagri) kembali mengintruksikan Penerapan Perpanjangan Pemberlakuan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Mikro tahap enam di 25 provinsi, termasuk Bangka Belitung.

Plt Kepala Dinas Kesehatan Bangka Tengah, Zaitun mengatakan, penerapan PPKM mikro memang sudah diterapkan di Bangka Tengah.

Khususnya pada daerah-daerah tertentu yang angka konfirmasi positif Covid-19-nya terus mengalami peningkatan.

"Untuk pembatasan aktivitas masyarakat memang sudah kita batasi, khususnya pada daerah-daerah di Bangka Tengah yang masuk kategori zona merah," kata Zaitun kepada Bangkpos.com, Jumat (23/4/2021).

“Kami tidak perbolehkan adakan kegiatan-kegiatan yang sifatnya kerumunan, baik itu posyandu, pesta dan lainnya.”

Ia menyebutkan, untuk pelaksanannya PPKM mikro, pihaknya juga sudah menentukan plot-plot di setiap desa atau kelurahan, serta kecamatan untuk memaksimalkan posko penangan Covid-19.

"Kemarin sebelum penerapan aturan baru ini, kita sudah rapat terkait PPKM mikro dan sudah kita anggarkan dan Plot di desa, Kelurahan, dan Kecamatan untuk membuat posko penangan Covid-19.”

“Kami juga mengajak masyarakat untuk saling membantu menekan laju pertumbuhan Covid-19 ini," ungkapnya.

Namun, ia mengatakan terkait adanya peraturan PPKM mikro yang ditetapkan oleh Mendagri, maka pihaknya akan ikut apa yang menjadi keputusan pemerintah pusat.

"Kita dari dinkes yang berperan dalam hal penanganan siap untuk menerapkan apa yang menjadi kebijakan,”

“Namun tentunya tidak di semuanya wilayah PPKM mikro ini diterapkan, hanya daerah-daerah tertentu saja yang memang kasus konfirmasi covid-19 tinggi," ujarnya.

Ia menambahkan, untuk wilayah yang kasus konfirmasinya nol atau rendah tak masalah untuk beraktivitas seperti biasa, namun tetap mengutamakan penerapan protokol kesehatan dengan baik.

"Tidak ada masalah untuk masyarakat yang wilayahnya atau kasus konfirmasinya rendah untuk beraktivitas, tetapi penerapan protokol kesehatanya harus tetap diterapkan," tegasnya.

Bangkapos.com/Sela Agustika

Penulis: Sela Agustika
Editor: El Tjandring
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved