Breaking News:

Berita Bangka Barat

Satlantas Polres Bangka Barat Amankan 16 Knalpot Brong Dalam Operasi Keselamatan Menumbing

Sat Lantas Polres Bangka Barat berhasil mengamankan 16 knalpot brong, selama operasi keselamatan menumbing.

(Bangkapos.com/Rizky Irianda Pahlevy)
Sejumlah knalpot brong yang diamankan Sat Lantas Polres Bangka Barat, dalam operasi keselamatan menumbing, Jumat (23/04/2021). 

BANGKAPOS.COM, BANGKA - Sat Lantas Polres Bangka Barat berhasil mengamankan 16 knalpot brong, selama operasi keselamatan menumbing yang menyasar seluruh wilayah di Kabupaten Bangka Barat.

Operasi keselamatan menumbing 2021 diketahui digelar selama 14 hari terhitung sejak Senin (12/04/2021) hingga Senin (25/04/2021), bertujuan untuk mensosialisasikan larangan mudik dan penggunaan knalpot brong.

Kasat lantas Polres Bangka Barat Iptu R.T.A Sianturi mengatakan, operasi keselamatan menumbing digelar guna mencegah gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas).

Selain itu penggunaan knalpot brong yang kerap menimbulkan suara berisik, juga menjadi perhatian dalam menjaga situasi Kamtibmas khususnya di wilayah Kabupaten Bangka Barat.

"Knalpot brong membuat bising dan menggangu ketenangan masyarakat yang sedang, melaksanakan ibadah puasa dan juga masyarakat pada umummnya," ujar Sianturi, Jumat (23/04/2021).

“Kita melakukan operasi keselamatan menumbing meminimalisir gangguan kamtibmas, layaknya balap liar dan polusi suara knalpot racing, serta manajeman rekayasa lalu lintas,” kata Kasat Lantas lagi.

Sejumlah daerah tempat-tempat keramaian seperti di Jalan Jendral Sudirman, Kecamatan Muntok menjadi satu di antara sasaran Sat lantas Polres Bangka Barat dalam menjaring para pengguna knalpot brong.

"Kami berharap bisa memberikan jaminan rasa aman masyarakat dalam beraktivitas, turunnya tingkat kecelakaan, kejahatan, serta meningkatkan pemahaman soal tidak melaksanakan mudik," tuturnya.

Sementara itu untuk motor yang menggunakan knalpot brong, pengendara diharuskan mengganti dengan knalpot standar untuk dapat membawa motor tersebut.

"Agar masyarakat tidak menggunakan knalpot brong karena melanggar undang-undang lalu lintas nomor 22 tahun 2009, pasal 285 ayat 1 akan dikenakan tilang dengan denda Rp250 ribu dan kendaraan akan dijadikan barang bukti tilang," ungkapnya.

(Bangkapos.com/Rizky Irianda Pahlevy)

Penulis: Rizki Irianda Pahlevy
Editor: El Tjandring
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved