Breaking News:

Berita Bangka Tengah

Warga Belilik dan Kurau Keluhkan Aroma Busuk, Kades Sudah 2 Kali Surati Perusahaan Sawit

Aroma busuk menyengat yang diduga berasal dari limbah di pabrik tersebut membuat masyarakat sekitar terganggu.

Shutterstock
Ilustrasi 

BANGKAPOS.COM, BANGKA – Aroma tak sedap yang diduga berasal dari pabrik minyak kelapa sawit milik PT. PBT yang berlokasi di Desa Belilik, Kecamatan Namang membuat warga Desa Belilik dan sekitarnya resah.

Pasalnya aroma busuk menyengat yang diduga berasal dari limbah di pabrik tersebut membuat masyarakat sekitar terganggu.

Renaldi, pemuda Desa Belilik menyampaikan kekesalannya terhadap aroma tak sedap yang diduga berasal dari perusahaan sawit tersebut.

“Saya pribadi dari awal memang tidak setuju dengan keberadaan pabrik ini, karena memang kalo berbicara terkait bau, pasti bau, kita berkaca dengan pabrik pabrik lain, apa ada solusi terkait bau limbahnya, ini baunya sampai ke kamar kamar. jika kedepan masih juga tercium bau seperti ini, maka jangan salahkan kami,” ungkap Renaldi.

Selain itu kekesalan ini juga diungkapkan oleh masyarakat Desa kurau, yakni Andra Rafi.

”Kita masyarakat Kurau dapet bau e lah luk kali (Kurau sudah dulu terkena bau-red), padahal Kami tidak punya kebun sawit, tapi terkena juga imbas baunya,” kata Andra.

Kepala Desa Belilik, Muldari, saat dikonfirmasi mengatakan bahwa Pemerintah Desa (Belilik-Red) sudah dua kali melayangkan surat ke pihak perusahaan.

“Kami sampai saat ini sudah dua kali melayangkan surat baik itu masalah bau, jalan, dan perbaikan jalan desa, tapi tidak ada tanggapan dari Perusahaan. Mungkin mereka sudah ada tindakan,tapi untuk informasi ke kami belum ada," ujarnya kepada Bangkapos.com, Jumat (23/4/2021).

Dengan keresahan yang dirasakan masyarakat, ia berharap agar perusahan dapat mencari solusi untuk mengatasi bau menyengat yang bersumber dari perusahan tersebut.

"Memang bau ini kadang ada kadang tidak. harapan kami hendaknya perusahaan mencari solusi agar setiap jangkos yang sudah diambil minyaknya untuk segera diangkut. Dan jika memang dari limbah yang lain untuk tidak lanjuti pengurai bakteri sebaik-baiknya," tuturnya.

Sementara itu, hingga berita ini diturunkan pihak perusahaan yang dihubungi Bangkapos.com untuk mengkonfirmasi keluahan masyarakat Belilik dan Kurau ini, belum bersedia menjawab.

Bangkapos.com/Sela Agustika

Penulis: Sela Agustika
Editor: El Tjandring
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved