Breaking News:

Kejari Belitung Menghentikan Penuntutan Perkara Penganiayaan Berdasarkan Keadilan Restoratif

Jaksa Penuntut Umum Kejaksaan Negeri Belitung, telah melaksanakan penghentian penuntutan berdasarkan Keadilan Restoratif

Editor: nurhayati
Ist (Kejari Belitung)
Melalui Restorative Justice, para pihak yang berselisih akhirnya sepakat untuk berdamai setelah dilakukan pendampingan oleh Kejari Belitung 

BANGKAPOS.COM -- Jaksa Penuntut Umum Kejaksaan Negeri Belitung, telah melaksanakan penghentian penuntutan berdasarkan Keadilan Restoratif

dalam perkara atas nama Sellawati Binti M.Majid yang diduga melanggar Pasal Primair Pasal 351 Ayat (2) KUHP Subsidair Pasal 351 Ayat (1) KUHP, Jum'at (23/04/2021).

Pihak Kejaksaan Negeri Belitung menjelaskan alasan kenapa perkara ini diselesaikan melalui cara Keadilan Restorarif, dikarenakan pelaku baru pertama kalinya melakukan tindakan pidana.

Tindak pidana yang dilakukan oleh pelaku hanya diancam dengan pidana penjara tidak lebih dari 5 (lima) tahun penjara yaitu Primair Pasal 351 Ayat 2 Subsidiair Pasal 351 Ayat 1 KUHP.

Pendampingan yang dilakukan oleh Kejari Belitung dalam Menegakkan Keadilan Restoratif pada suatu perkara tindak penganiayaan.
Pendampingan yang dilakukan oleh Kejari Belitung dalam Menegakkan Keadilan Restoratif pada suatu perkara tindak penganiayaan. (Ist (Kejari Belitung))

Kasi Intel Kejaksaan Negeri Belitung, Anggoro seijin Kepala Kejaksaan Negeri Belitung, mengatakan bahwa sebagaimana yang diamanatkan dalam peraturan Kejaksaan Republik Indonesia Nomor 15 Tahun 2020, penyelesaian perkara tindak pidana perkara penganiayaan ini melalui Keadilan Restoratif, dilaksanakan dengan melibatkan pelaku, korban, keluarga pelaku/korban dan pihak lain yang terkait untuk bersama-sama mencari penyelesaian yang adil dengan menekankan pemulihan kembali pada keadaan semula, dan bukan pembalasan.
"Telah adanya pemulihan kembali kepada keadaan semula yang dilakukan oleh pelaku, dengan cara memberikan penggantian biaya yang ditimbulkan akibat tindak pidana yaitu dengan memberikan biaya pengobatan kepada korban," Ujarnya.

Dirinya menambahkan, semua pihak telah menyatakan sepakat untuk berdamai, dan sesuai hasil ekpose secara virtual pada tanggal 22 April 2021 dengan arahan dan petunjuk Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Umum, pengusulan penghentian penuntutan yang dilakukan oleh Kejaksaan Negeri Belitung dapat diterima.

Pihak Kejaksaan Negeri Belitung tentu akan tetap melakukan pemantauan kepada pelaku setelah adanya pembebasan, agar tidak terulang kembali tindak pidana yang dilakukan oleh pelaku kedepannya.

Diharapkan, penyelesaian kasus melalui metode Keadilan Restoratif ini dapat menciptakan harmonisasi di tengah-tengah masyarakat, dan semakin meningkatkan kepercayaan masyarakat kepada Institusi Kejaksaan.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved