Breaking News:

Berita Pangkalpinang

Hasil Uji Kadar 200 Ton Zirkon Belum Ada, Bambang Patijaya: Jangan Sampai Kecolongan

Hampir satu bulan sudah, penghentian ekspor 200 ton mineral ikutan zirkon yang berada dalam delapan kontainer di Pelabuhan Pangkalbalam.

Penulis: Riki Pratama
Editor: El Tjandring
Bangkapos.com/Yuranda
Dirjen Mineba, Kementrian ESDM, Ridwan Djamaluddin didampingi Kasat Reskrim Polres Pangkalpinang AKP Adi Putra, tinjau Zirkon di Pelabuhan Pangkalbalam, Senin (5/4/2021) lalu. 

BANGKAPOS.COM, BANGKA - Hampir satu bulan sudah, penghentian ekspor 200 ton mineral ikutan zirkon yang berada dalam delapan kontainer di Pelabuhan Pangkalbalam Kota Pangkalpinang, Provinsi Bangka Belitung.

Saat itu penghentian ekspor langsung dilakukan Direktur Jenderal Mineral dan Batubara Kementrian ESDM Ridwan Djamaluddin.

Ia datang langsung ke Pelabuhan Pangkalbalam pada Minggu (4/4/2021) pagi, didampingi anggota DPR RI Bambang Patijaya.

Dia berjanjinya dalam dua Minggu hasil pemeriksaan kadar dan mineral lain pada zirkon akan disampaikan.

Tetapi sampai saat ini belum ada tanda-tanda kapan hasil laboratorium zikron disampaikan ke publik.

Anggota DPR RI Bambang Patijaya, yang sempat mendampingi Dirjen ESDM ketika ditanya, belum mengetahui kapan hasil pemeriksaan tersebut dapat disampaikan.

"Itu tanyakan ke pak dirjen karena saya melaksanakan tugas pengawasan mendampingi, mencari kebenaran kandungan zirkon dan tidak mau mendahului," kata Bambang kepada Bangkapos.com, Selasa (27/4/2021) di kantor gubernur.

Bambang memberikan informasi bahwa hasil laboratorium telah ada. Namun, mungkin masih mengatur waktu untuk mengumumkannya.

"Saya dengar hasil laboratorium sudah ada, tinggal mengatur waktu ke Babel untuk konfirmasi lebih lanjut ke pemilik barang bea cukai dan pihak yang terlibat pada pembongkaran," katanya.

Dia menambahkan, aturan terkait zirkon telah diatur, saat ini pemerintah ingin memastikan jangan sampai zirkon dikirim begitu saja.

"Bagi saya kontrol pemerintah terhadap zirkon itu sudah diatur bagaimana sekarang kita tidak ingin kecolongan," ujarnya.

Politisi Golkar ini menambahkan apabila hasilnya keluarnya nantinya, dia mengharapkan dapat berjalan baik terutama apabila memang telah memenuhi untuk dapat kembali dilakukan ekspor.

"Kenapa tidak, bila telah terpenuhi apalagi saya latar belakang pengusaha mendukung hal seperti ini, tetapi negara jangan sampai kecolongan, kalau telah memenuhi silakan saja tidak ada masalah," terangnya.

(Bangkapos/Riki Pratama)

Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved