Breaking News:

Berita Pangkalpinang

3 Bulan Simulasi Sekolah Tatap Muka di Pangkalpinang Berjalan Lancar, IDAI Belum Beri Rekomendasi

Setelah melakukan simulasi sekolah tatap muka 3 bulan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Pangkalpinang tidak menemui kendala atau masalah apapun.

Penulis: Andini Dwi Hasanah | Editor: El Tjandring
Bangkapos.com/Andini Dwi Hasanah
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Pangkalpinang, Eddy Supriadi. 

BANGKAPOS.COM, BANGKA - Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Pangkalpinang, Eddy Supriadi menegaskan, sudah tiga bulan melaksanakan simulasi pembelajaran tatap muka di sekolah dan menerapkan protokol kesehatan dengan baik.

Kata Eddy, setelah melakukan evaluasi beberapa bulan ini pihaknya tak tidak menemui kendala atau masalah apapun.

Bahkan survei di lapangan peserta didik memang lebih menyukai pembelajaran tatap muka dibanding sistem daring di rumah masing-masing.

Hal tersebut disebutkan Eddy menyikapi, Pengurus Pusat Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) berdasarkan kajian dan melihat situasi serta penyebaran Covid-19 di Indonesia belum merekomendasikan sekolah tatap muka.

Pasalnya, dari surat itu bahwa persyaratan untuk dibukanya kembali sekolah antara lain terkendalinya transmisi lokal yang ditandai dengan positivity rate 5 persen dan menurunnya angka kematian.

Namun, jika sekolah tatap muka dimulai maka pihak penyelenggara harus menyiapkan blanded learning, anak dan orangtua diberikan kebebasan memilih metode pembelajaran luring atau daring.

"Kami sudah menerapkan protokol kesehatan dengan baik di setiap sekolah, bahkan sebelum kami mengadakan simulasi pembelajaran tatap muka kami terlebih dulu meminta izin langsung dari orangtua atau wali murid. Dan semuanya menyetujui simulasi tatap muka kami tidak ada paksaan," jelas Eddy.

Bahkan jika orangtua tidak menyetujui pembelajaran tatap muka kata Eddy tak masalah melanjutkan pelajaran melalui sistem daring.

Menurutnya selama satu tahun lebih anak-anak terpaksa belajar di rumah selama ini sudah mengalami tekanan psikologis, hingga Kemndikbud membuat SKB 4 Mentri tentang panduan penyelenggaraan pembelajaran pada tahun ajaran 2020/2021 dan tahun akademik 2020/2021 dimasa pandemi Corona Virus Disease (COVID-19).

"Dalam SKB 4 Mentri itu pula menyarankan untuk tatap muka, dengan protokol kesehatan kalau kita mau menunggu pandemi ini terus menurus sampai kapan yang penting protokol kesehatan menjadi hal utama yang harus kita jalankan," bebernya.

"Dan alhamdulillah Kota Pangkalpinang selama kita berjalan hampir tiga bulan ini tidak ada masalah, bahkan anak-anak kita tertib selalu pakai masker, jam masuk dan jam keluarnya diatur oleh sekolah, intinya kita sudah menerapkan protokol kesehatan dengan sebaik-baiknya," sebutnya.

Eddy mengatakan, hal ini juga menjadi proses edukasi kepada para peserta didik dimasa pandemi.

"Kalau secara sikologis terus menerus daring tidak baik, pembangunan karakter kalau hanya daring saja tidak mungkin makanya perlu ada tatap muka agar ada penguatan materi, melatih, membimbing, itu ada ditatap muka dan proses-proses edukasi seperti ini akan bagus karakter anak itu sendiri," ujarnya.

(Bangkapos.com/Andini Dwi Hasanah)

Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved