Breaking News:

Virus Corona di Bangka Belitung

IDAI Bangka Belitung Ikuti Arahan Pusat, Belum Rekomendasikan Sekolah Tatap Muka

Pengurus Pusat Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) berdasarkan kajian dan melihat situasi serta penyebaran Covid-19 di Indonesia

TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
Ilustrasi Siswa SD masuk Sekolah 

BANGKAPOS.COM , BANGKA -- Pengurus Pusat Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) berdasarkan kajian dan melihat situasi serta penyebaran Covid-19 di Indonesia belum merekomendasikan sekolah tatap muka.

Pasalnya, dari surat itu bahwa persyaratan untuk dibukanya kembali sekolah antara lain terkendalinya transmisi lokal yang yang ditandai dengan positivity rate <5 persen dan menurunnya angka kematian.

Namun, jika sekolah tatap muka dimulai maka pihak penyelenggara harus menyiapkan blanded learning, anak dan orang tua diberikan kebebasan memilih metode pembelajaran luring atau daring.

Bahkan dalam surat rekomendasi yang ditandatangani Ketua Umum Pusat, Prof DR Dr Aman B Pulungan, SpA(K) FAAP, FRCP(Hon) itu melampirkan 14 panduan kepada pihak penyelenggara, orangtua dan evaluator serta 4 panduan tambahan untuk sekolah berasrama dalam pelaksanaan belajar.

Menyikapi hal ini, Sekretaris Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) Bangka Belitung, dr Eriantono, SpA mengaku akan mengikuti arahan dari pusat sesuai dengan surat rekomendasi tersebut.

"Sesuai dengan surat dari PP IDAI ini untuk Seluruh IDAI Cabang, maka kami tetap mengikuti arahan rekomendasi dari PP IDAI," ujar Eriantono saat dikonfirmasi Bangkapos.com, Rabu (28/4/2021).

Menindaklanjuti hal ini, IDAI Bangka Belitung sudah menyampaikan langsung terkait rekomendasi tersebut kepada Kepala Dinas Kesehatan Bangka Belitung.

"Karena dari PP IDAI sudah lengkap dan jelas, serta sudah kami sampai langsung ke Kadinkes Babel," kata dr Eriantono.

Dihubungi terpisah, Plt Kepala Dinas Kesehatan Pemprov Babel, Andri Nurtinto mengaku sudah mengetahui informasi ini secara informal.

"Kami sebagai dinas kesehatan, rekomendasi dari ikatan dokter anak ini merupakan salah satu referensi untuk menjadi bahan pertimbangan kita. Jadi salah satu tim pengkajian Covid-19 ini melibatkan Ikatan Dokter Indonesia yang mana ikatan dokter anak menjadi salah satu unsurnya. Nanti bisa dikirimkan (surat rekomendasi-red) IDI ke satgas Covid-19, begitu mekanismenya," kata dr Andri. (Bangkapos.com/Cici Nasya Nita).
 --

Penulis: Cici Nasya Nita
Editor: Fery Laskari
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved