Breaking News:

Berita Pangkalpinang

Mikron Bingung Realisasikan Pengawasan Saat Masa Peniadaan Mudik Nanti, Ini Penyebabnya

Sekretaris, Percepatan Penanganan Covid-19 Provinsi Bangka Belitung (Babel), Mikron Antariksa merasa bingung dalam melaksanakan penanganan Covid-19

Bangkapos.com/dok
Sekretaris Percepatan, Penanganan Satgas Covid-19, Provinsi Bangka Belitung, Mikron Antariksa. 

BANGKAPOS.COM , BANGKA -- Sekretaris, Percepatan Penanganan Covid-19 Provinsi Bangka Belitung (Babel), Mikron Antariksa merasa bingung dalam melaksanakan penanganan Covid-19 terutama saat pemantauan dan pengawasan peniadaan mudik pada Tanggal 6 Mei - 17 Mei 202 nanti.

Pasalnya anggaran yang telah diajukan ke tim anggaran pemerintah daerah (TPAD) sebesar Rp8 Miliar itu untuk operasional penanganan Covid-19 tak kunjung cair atau ngandat.

Sehingga hal ini berimbas kepada petugas satgas Covid-19 dan petugas pengubur jenazah pasien terpapar Covid-19 yang belum menerima insentif terhitung dari Januari 2021.

"Yang menjadi permasalah (dalam pelaksanaan pengawasan mudik -red) tidak ada anggaran ini, bingung juga, sedangkan kata kawan-kawan TPAD, jangan bergerak dulu sebelum ada kepastian anggaran. Tetapi sedangkan kegiatan ini harus mesti dilakukan karena ini tugas negara," ujar Mikron saat dikonfirmasi Bangkapos.com, Rabu (28/4/2021).

Padahal saat masa peniadaan ini, Satgas Babel berencana untuk menambah petugas pemantauan dan pengawasan saat peniadaan mudik di bandara dan pelabuhan sekira 30 orang lagi dari rekan-rekan keamanan instansi lain.

"Nanti rencana ada penambahan untuk back up petugas kita yang sekarang. Backup tentu saja akan ditambah dari Tim Polri, tim angkatan udara, dan tim perhubungan. Cuma belum tahu itu, karena terkait anggaran. Apakah mereka mau bekerja tanpa digaji?, bingung juga, tetapi harus turun untuk pengawasannya," kata Mikron.

Sesuai surat edaran Satgas Penanganan Covid-19, SE 12 Tahun 2021, SE 13 Tahun 2021 dan Addendum SE 13 Tahun 2021, saat ini, dalam masa pengetatan mudik (Pra) 22 April - 5 Mei 2021.

Dia menjelaskan, untuk saat ini ada sekitar 30 orang petugas Satgas yang berada di bandara dan 20 orang petugas di pelabuhan yang melakukan pengawasan dengan waktu bergantian.

"Jadi posisi yang membuat aturan pengetatan itu satgas, memang kegiatan pengetatan hanya bersifat administratif perjalanan yang dilakukan oleh pengguna transportasi yakni antigen 1x24 jam, hanya perubahan itu. Sehingga kami belum juga mengoperasionalkan kawan-kawan yang lain dalam kegiatan tersebut, cukup kawan-kawan yang kemarin saja," jelas Mikron. (Bangkapos.com/Cici Nasya Nita)

Penulis: Cici Nasya Nita
Editor: Fery Laskari
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved