Breaking News:

KRI Nanggala 402

Sebelum Tenggelam Nanggala 402 Pernah Alami Black Out Namun Bisa Diatasi, 10 Detik Turun 90 Meter

Sebelum Tenggelam KRI Nanggala 402 Pernah Alami Black Out Namun Bisa Diatasi, 10 Detik Turun 90 Meter

Twitter/Jurnalmaritim
Kapal Selam KRI Nanggala 402 yang hilang kontak 

Selain itu, kapal tersebut juga memiliki tangki tahan tekan yang dapat digunakan untuk menghembus kapal sehingga bisa cepat naik ke permukaan.

Jika kapal akan tenggelam, dua jenis tangki tersebut dapat digunakan untuk mengapungkan kapal ke permukaan.

"Perlu rekan-rekan ketahui bahwa (tipe) 209/1300 ini merupakan kapal yang sangat safe untuk digunakan Angkatan Laut di mana pun di seluruh dunia," kata Iwan.

Iwan menjelaskan kapal tersebut juga dilengkapi dengan signal ejector atau pelontar sinyal yang dapat digunakan apabila kru kapal selam mengalami kedaruratan.

Alat tersebut, kata Iwan, biasa disebut pintu torpedo atau petor nomor 9.

"Mengapa kok kita tidak sampai menembakkan? Karena tadi, mungkin pergerakan yang sangat cepat sehingga tidak punya kesempatan untuk menembakkan.

Dapat dibayangkan, tidak sampai 10 detik sudah masuk ke dalam seratus meter.

Bagaimana bisa memikirkan hal yang sedemikian. Pegangan susah, apalagi hal demikian," kata Iwan.(tribun network/yud/git/dod)

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Sebelum Tenggelam Nanggala Pernah Alami Black Out Namun Bisa Diatasi. Ini Ceritanya.

Editor: Hendra Gunawan

Editor: Teddy Malaka
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved