Breaking News:

Dibujuk ke Kebun, Anak Kandung Tak Kuasa Melayani Nafsu Ayah Sendiri, Sampai Melahirkan Anak Kembar

Dibujuk ke Kebun, Anak Kandung Tak Kuasa Melayani Nafsu Ayah Sendiri, Sampai Melahirkan Anak Kembar

Kompas.com/Laksono Hari Wiwoho
Ilustrasi pemerkosaan. . 

Setelah dilakukan olah TKP dan pemeriksaan oleh dokter dari Puskesmas Niki-Niki diduga bayi tersebut meninggal karena terlilit tali pusar dan tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan pada tubuh bayi malang tersebut.

Setelah dilakukan komunikasi dengan pihak keluarga guna dilakukan autopsi, pihak keluarga menolaknya.

"Pihak keluarga sendiri menolak untuk dilakukan otopsi terhadap jenazah bayi tersebut dan memutuskan untuk memakamkan jenazah tersebut sesuai adat dan kepercayaannya," jelasnya.

Korban sempat diminta gugurkan janin

Ketika umur kehamilan korban satu bulan, pelaku membujuk mengugurkan janin menggunakan ramuan kulit pohon bubuk.

"Pelaku ini memaksa korban menggugurkan janin karena takut diketahui orang lain dan kerabat mereka. Tapi ditolak korban," ujar Kasat Reskrim Polres TTS Iptu Hendrica Bahtera.

Selanjutnya pada Selasa (20/4/2021), sekitar pukul 00.30 WITA, korban melahirkan anak kembar berjenis kelamin laki-laki.

Proses persalinan dibantu pelaku dan dua adik korban.

Bayi kembar pertama lahir dengan selamat. Pelaku kemudian memanggil DK, seorang tukang urut untuk membantu memotong tali pusar bayi.

Saat pelaku dan DK tiba di rumah, korban sudah melahirkan bayi kembar kedua, namun dalam keadaan meninggal dunia.

Karena salah seorang bayi sudah meninggal, pelaku pun menggali kubur kemudian berdoa dan menguburkan jenazah bayi tersebut di dalam rumah bulat yang juga merupakan dapur.

Bayi yang masih hidup sudah dipotong tali pusarnya. Sementara bayi yang sudah meninggal tidak dipotong tali pusarnya.

Atas perbuatannya, pelaku terancam hukuman 12 tahun penjara.

Pelaku dijerat dengan pasal 46 UU No. 23 tahun 2004 tentang Penghapusan Kekerasan Dalam Rumah Tangga, yang berbunyi

"Setiap orang yang melakukan perbuatan kekerasan seksual sebagaimana dimaksud dalam Pasal 8 huruf a dipidana dengan pidana penjara paling lama 12 (dua belas) tahun atau denda paling banyak Rp 36.000.000,00 (tiga puluh enam juta rupiah).

(Pos-Kupang.com / Kompas.com)

Artikel ini telah tayang di TribunnewsBogor.com dengan judul Kisah Pilu Anak Dinodai Ayah Kandung hingga Melahirkan Bayi Kembar, Sempat Disuruh Gugurkan Janin.

Penulis: Mohamad Afkar S
Editor: Damanhuri

Editor: Teddy Malaka
Sumber: Tribun Bogor
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved