Breaking News:

Inilah Sosok Nganggur, Tanpa Ngepet Tapi Banyak Uang di Indonesia,Kerjanya Cuma Duduk di Teras Rumah

Tanpa Ngepet, Inilah Sosok Nganggur Tapi Banyak Uang di Indonesia,Kerjanya Cuma Duduk di Teras Rumah

kolase Instagram @mintulgemintul/tribunjakarta
Seorang wanita mencurigai tetangganya pakai ilmu babi ngepet, tuduhan tersebut lantaran tetangganya banyak uang tapi kelihatan nganggur di rumah 

Di Indonesia, ada orang yang punya kekayaan selangit bernama Lo Kheng Hong (LKH).

Lo Kheng Hong tak memiliki perusahaan maupun karyawan.

Lo Kheng Hong, salah satu orang kaya di Indonesia yang
Lo Kheng Hong, salah satu orang kaya di Indonesia yang "nganggur". Kekayaannya disebut-sebut mencapai Rp 2,5 triliun, tetapi dia hanya menghabiskan waktunya di teras rumah. (Kontan)

Lo Kheng Hong adalah investor ritel di pasar modal atau Bursa Efek Indonesia yang kini menjadi salah satu crazy rich Indonesia.

Kekayaan mantan pegawai bank itu disebut-sebut mencapai Rp2,5 triliun.

Pria kelahiran 20 Februari 1959 itu, terpaksa bekerja sebagai staf Tata Usaha di Overseas Express Bank (OEB).

Barulah di usia 20 tahun, Lo Kheng Hong kuliah di Universitas Nasional, jurusan Sastra Inggris mengambil kelas malam.

Baca juga: Tsunami Covid-19 di India, Pemerintah India Gunakan Masjid untuk Bangsal Penanganan Pasien Corona

Baca juga: Jet Temput Turki Kembali Gempur Militan Kurdi di Irak Setelah 13 Warga Ankara Diculik

Saat itu, biaya masuk perguruan tinggi sebesar Rp50 ribu, sedangkan biaya kuliahnya Rp10 ribu.

Kekayaan mantan pegawai bank itu disebut-sebut mencapai Rp2,5 triliun.

Setelah lulus Sekolah Menengah Atas (SMA), Lo Kheng Hong tidak lantas melanjutkan pendidikan ke bangku kuliah lantaran keadaan ekonomi.

6 tahun bekerja di Bank Ekonomi, Lo Kheng Hong mengambil keputusan berhenti bekerja di tahun 1996.

LKH mengundurkan diri dari pekerjaannya karena ingin fokus investasi saham.

Meniru Warren Buffet sang idolanya, Lo Kheng Hong belajar value investing.

Yakni sebuah metode memilih saham yang undervalue (di bawah harga) dan menjualnya saat over value.

Konon, Lo Kheng Hong setiap harinya hanya menghabiskan waktu di teras rumahnya untuk mempelajari laporan keuangan perusahaan-perusahaan yang melantai di bursa.

Halaman
123
Sumber: Tribun Medan
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved