Breaking News:

Berita Pangkalpinang

Jika Cukup Bukti Enam KoOrdinator Tambang Merbuk, Kenari dan Puguk Naik Jadi Tersangka

Hingga Kamis (29/4/2021) sore tadi, penyidik Subdit Tipiter IV Ditreskrimsus Polda Babel, telah memanggil dan memeriksa sejumlah kordinator tambang

(istimewa/Polres Bateng).
ILUSTRASI--Tim gabungan Polres Bangka Tengah, Koramil Koba, Satpol PP, serta pihak Kecamatan Koba saat mendatangi langsung lokasi tambang timah eks Kobatin yang berlokasi di Merbuk, Pungguk dan Kenari Kecamatan Koba, Kabupaten Bangka Tengah, Sabtu (12/4/2021) sore 

BANGKAPOS.COM, BANGKA - Hingga Kamis (29/4/2021) sore tadi, penyidik Subdit Tipiter IV Ditreskrimsus Polda Babel, telah memanggil dan memeriksa sejumlah kordinator tambang di kawasan Merbuk, Kenari, dan Puguk, Kecamatan Koba, Kabupaten Bangka Tengah.

Pemeriksaan enam kordinator TI Ilegal, Merbuk, Puguk dan Kenari itupun berlangsung estafet. Dimulai dari Rabu, Kamis hingga Jumat (30/4/2021) besok.

Rabu lalu, penyidik telah memeriksa Is dan Sm. Sementara hari ini, penyidik kembali memeriksa  sejumlah kordinator tambang lainnya yakni, Ed dan Ac.

Sementara Jumat, (30/4/2021) akan dilanjutkan dengan pemeriksaan Ak dan kordinator lainnya. Kendati, demikian, sampai saat ini keenam kordinator TI ilegal tersebut masih berstatus saksi.

Namun tak menutup kemungkinan, status mereka naik menjadi tersangka.

Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Babel, Kombes Pol Haryo Sugihartono, menyebut ke enam orang tersebut merupakan kordinator tambang Ilegal dikawasan Merbuk, Kenari, Puguk, di Kecamatan  Koba.

Jumlah ponton yang mereka kordinir bervariasi. Ada yang mengkordinir belasan hingga puluhan ponton.

" Enam orang yang mengkordinir ratusan ponton Merbuk, Kenari dan Puguk, jumlah bervariasi. Ada yang 13 sampai 20 ponton. Status mereka bisa saja naik menjadi tersangka jika dimungkinkan selama memang alat bukti, barang bukti kita cukup dan kebijakan kita arahnya ke penyidikan ya bisa disambungkan ke arah sana," kata Haryo, Kamis (29/4/2021)

Namun kata Haryo, persoalan tersebut kembali kepada hakekat hukum yang salah satunya memiliki asan manfaat yang harus dipertimbangkan.

" Selain kepastian hukum untuk mendapatkan rasa keadilan, yang terpenting adalah asas manfaat, hakekat dari pada tujuan hukum itu sendiri selain kepastian hukum, keadilan, yang terpenting manfaatnya dari pada penegakan hukum itu sendiri," bebernya.

" Makanya saya selalui melihat, menimbang, mempertimbangkan dengan situasi dan kondisi yang ada sehingga harapanya dengan nawaitu kita melakukan penegakan hukum yang terukur ini bisa bermanfaat bagi semuanya," harapnya.

(Bangkapos.com / Anthoni Ramli)

Penulis: Antoni Ramli
Editor: khamelia
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved