Breaking News:

KKB Papua Resmi Dinyatakan Organisasi Teroris, Ini Penyebab Mereka Sulit Sekali Diberantas

Pemerintah menganggap bahwa organisasi dan orang-orang di Papua yang melakukan kekerasan masif dikategorikan sebagai teroris

Editor: Iwan Satriawan
Via Intisari
KKB Papua 

Seperti diketahui, ketegangan di Papua belakangan ini meningkat dengan kontak tembak yang melibatkan aparat keamanan TNI-Polri dan KKB.

Pada Minggu (25/4/2021), Kepala Badan Intelijen Negara Daerah (Kabinda) Papua Mayjen Anumerta TNI I Gusti Putu Danny Karya Nugraha gugur usai terlibat kontak tembak dengan KKB.

Selanjutnya, pada Selasa (27/4/2021), seorang anggota Brimob Polri, Bharada Komang, meninggal. Kemudian, dua lainnya luka-luka usai terlibat kontak tembak dengan KKB.

Adapun sebelumnya, Kepala BNPT Boy Rafli Amar membuka peluang untuk mengategorikan KKB sebagai organisasi terorisme.

Boy mengatakan, gagasan tersebut tengah dibahas oleh BNPT bersama sejumlah kementerian dan lembaga terkait.

"Kami sedang terus gagas diskusi dengan beberapa kementerian dan lembaga berkaitan dengan masalah nomenklatur KKB untuk kemungkinannya apakah ini bisa dikategorikan sebagai organisasi terorisme," kata Boy dalam rapat dengan Komisi III DPR, Senin (22/3/2021).

63 Kali Aksi Penembakan

Dikutip dari intisari-online, selama ini pun aksi KKB Papua juga kerap meresahkan, seperti tercatat sudah 63 kali aksi penembakan dilakukan KKB Papua.

Tahun 2017, terdapat 22 kali aksi penembakan, lalu 2018 terjadi 12 kali, tahun 2019 terjadi 4 kali, dan tahun 2020, terjadi 25 kali aksi penembakan.

Bahkan, menurut Kapolres Mimika, AKBP I Gusti Gede Era Ardhinata mengatakan, kenaikan jumlah penembakan terjadi di tahun 2020.

Halaman
1234
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved