Breaking News:

Berita Kriminal

Polda Sita Setengah Ton Timah dari Tambang Ilegal Merbuk, Kenari dan Puguk

Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Kepulauan Bangka Belitung (Babel), menyita 9 kampil pasir timah yang berasal dari tambang

bangkapos.com
Barang bukti Kampilan  setengah ton pasir timah   yang berasal dari tambang Ilegal Merbuk, Puguk, Kenari, di Kecamatan Koba, Kabupaten Bangka Tengah, Rabu (29/4/2021) tadi malam. (Bangkapos.com/Anthoni Ramli) 

BANGKAPOS.COM , BANGKA - Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Kepulauan Bangka Belitung (Babel), menyita 9 kampil pasir timah yang berasal dari tambang Ilegal Merbuk, Puguk, Kenari, di Kecamatan Koba, Kabupaten Bangka Tengah (Bateng), Rabu (29/4/2021) tadi malam.

Informasi yang diperoleh harian ini, selain barang bukti 9 kampil pasir timah, polisi juga mengamankan satu unit mobil truck warna Hijau bernomor polisi BN 8948 TO.

Truk tersebut diamankan saat akan keluar dari lokasi penambangan. Tadi malam, truk Hino yang bermuatan 9 kampil timah tersebut berada di halaman kantor Ditreskrimsus Polda Kepulauan Bangka Belitung. Di atas bak truk terdapat 9 kampil pasir timah.

Halaman Kantor Ditreskrimsus Polda Babel.

Begitu juga  barang bukti  9 kampil pasir timah, masih tergeletak di atas badan truk.

Dirreskrimsus Polda kepulauan Bangka Belitung, Kombes (Pol) Haryo Sugihartono, mengakui, jika tadi malam, pihaknya telah mengamankan setengah ton pasir timah ilegal dari kawasan Merbuk, Puguk, Kenari Kabupaten Bangka Tengah.

Setengah ton pasir timah tersebut, disita dan diamankan dari sebuah mobil Truk Hino bewarna hijau.

Selain, itu polisi juga menyita satu unit kendaraan lain yang berisi 13 kampil pasir timah, dan 8 kampil lainnya dititipkan di Polres Bangka Bangka Tengah.

"Yang tadi malam kami amankan 500 kilo dan satu unit truk, dan satu kendaraan lain berisi 13 kampil dan
8 kampil lainnya diamanakan di polres Bateng," kata Haryo usai rapat di gedung Rupatama Polda Babel," Kamis (29/4/2021) sore.

Menurut Haryo, dua hari lalu pihaknya juga melakukan penertiban aktivitas penambangan di eks kolong Kobatin.

" Jadi dua hari kita lakukan  penertiban kegiatan penambangan di kolong eks kobatin, itu ada tiga kolong yang ditertibkan, Puguk, Kenari, Merbuk," kata Haryo.

Dikatakan Haryo, ada kurang lebih ada sekitar ratusan ponton yang beroperasi ditiga kolong yang notabenenya dianggap memicu konflik sosial di masyarakat.

"Ada kurang lebih 100 ponton disitu, yang notabenenya menimbulkan konflik karena ada pro dan kontra atas kegiatan pertambangan di sana. Atas informasi itu kita lakukan penindakan yang sifatnya penertiban," tegasnya. (Bangkapos.com/Antoni)

Penulis: Antoni Ramli
Editor: Fery Laskari
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved