Rabu, 29 April 2026

Berita Pangkalpinang

Sopir Angkot Mengeluh, Penumpang Sepi, Nasib Mereka Mulai Tersingkirkan

Memasuki hari ke 16 di Bulan Ramadan, aktivitas di Terminal Induk Angkutan Kota (Angkot) Pangkalpinang, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung

Tayang:
Penulis: Cepi Marlianto |
bangkapos.com
Sejumlah angkot saat sedang parkir di Terminal Ramayana, Pangkalpinang Kepulauan Bangka Belitung, Rabu (28/4/2021) siang 

BANGKAPOS.COM , BANGKA -- Memasuki hari ke 16 di Bulan Ramadan, aktivitas di Terminal Induk Angkutan Kota (Angkot) Pangkalpinang, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) masih berlangsung normal, Rabu (28/4/2021) siang.

Sejumlah sopir Angkot terlihat masih setia menunggu penumpang di tengah teriknya sinar matahari siang itu.

Ridwan, seorang sopir Angkot Jurusan Sampur-Terminal Induk tampak antusias memanggil para penumpang.

"Airitam Bu," tanya Ridwan.

"Nggak bang," jawab seorang perempuan sembari berjalan menenteng dua kantong plastik.

Kepada Bangkapos.com, Rabu (28/4/2021), pria berusia 49 tahun ini mengatakan, sering berjalannya waktu, keberadaan Angkot di Kota Pangkalpinang lambat laun mulai tersingkirkan seiring adanya transportasi online dan kebijakan kredit kendaraan yang cukup mudah.

Namun apa hendak dikata, hal itu karena perkembangan zaman di era globalisasi.

Selama 25 tahun menjadi seorang sopir Angkot, ia mengaku dari hari ke hari penumpang Angkot semakin berkurang. Sepinya penumpang terasa sejak 2018 silam.

"Kalau mulai sepi sekitar tiga tahun lalu. Ongkos angkot juga masih sama Rp5000," kata dia.

Kini untuk memperoleh penghasilan sebesar Rp50.000 per hari para sopir angkot harus terseok-seok. 

Guna mengakali sepinya penumpang, ia sering menunggu penumpang (ngetem) di depan sekolah-sekolah untuk mencari penumpang anak sekolah.

Tetapi, semenjak kegiatan belajar mengajar di sekolah ditiadakan, ia terpaksa harus kembali seperti biasa melakukan dua kali trip perjalanan selama sehari.

"Kalau dulu paling selain ke sini (Terminal Induk -red) ngetem di depan sekolah-sekolah, ya lumayan kalau sekali jalan bisa sampai Rp30.000. Tapi kan sekarang anak sekolah belum masuk semuanya," ujar Ridwan.

Hal senada juga dikatakan Amin (35), seorang sopir angkot jurusan Kampung Keramat-Terminal Ramayana.

Menurutnya penumpang angkot berkurang cukup signifikan. Sebelumnya dalam sehari ia bisa membawa 12 orang penumpang, namun kini hanya tiga orang penumpang dalam sekali perjalanan.

"Kalau bawa enam orang itu sudah Alhamdulillah sekali jalan. Saya sehari bisa tiga sampai empat kali bolak balik Kampung Keramat-Ramayana (Terminal Induk-red)," sebut dia.

Ia menyebut, dahulu ada sekitar 400 Angkot di Kota Pangkalpinang, namun sekarang jumlahnya hanya sekitar 45 Angkot saja.

Sebab, banyak sopir angkot yang beralih profesi dan lebih baik mengkandangkan kendaraannya, lantaran pendapatan menjadi supir Angkot tak sebanding dengan pengeluaran bahan bakar dalam sekali jalan.

"Biasanya isi pertalite Rp100.000 bisa untuk 20 kali perjalanan pulang pergi," kata Amin.

Meskipun demikian, para sopir angkot juga berharap pemerintah dapat memberikan solusi terkait penumpang angkot yang semakin sepi, seperti melakukan peremajaan angkot sehingga dapat kembali digemari lagi oleh masyarakat. (Bangkapos.com/Cepi Marlianto)

Sumber: bangkapos.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved