Breaking News:

Berita Kriminal

Kelakuan Dua Ayah Tiri Bejat Terungkap, Satu Kepergok Istri saat Cabuli Anak Tiri, Korban Trauma

Penyidik PPA Reskrim Polres Bangka sedang menangani kasus ini termasuk memintai keterangan ahli sedangkan korban dititipkan Rumah Aman

Bangkapos.com
Ilustrasi pencabulan 

Menurut Bripka Dian Plaza pekan lalu setelah dilaporkan oleh S kakak kandung Mawar pelaku X yang merupakan ayah tiri mereka sempat menghilang.

Setelah mendapatkan informasi bahwa X kembali muncul di rumah kemudian diminta datang ke Polres Bangka agar kasusnya bisa diselesaikan secara kekeluargaan. Saat X tiba di Unit PPA langsung dibekuk.

Seperti diketahui peristiwa pencabulan tersebut telah terjadi berulang ulang oleh X terhadap Mawar sejak duduk di kelas 5 SD hingga korban masuk SMP.

Pelaku melakukan perbuatan cabul terhadap korban baik meraba-raba maupun menjilati kemaluan korban.

Bahkan berdasarkan hasil visum didapati adanya luka trauma di kemaluan korban.

Terungkapnya kejadian tersebut bermula dari kedatangan S yang baru tiba dari salah satu kota di Pulau Sumatera.

S bermaksud bersilaturahmi dengan ibunya R yang telah menikah lagi serta adik-adiknya termasuk korban Mawar.

Kedatangan sang kakak, Mawar yang sudah tidak tahan akan perbuatan X ayah tirinya menceritakan bahwa dirinya sejak duduk di kelas 5 SD telah dicabuli.

Bertahun-tahun perbuatan X berlangsung hingga Mawar masuk SMP.

Mawar tidak berani bercerita kepada siapapun karena takut terhadap X.

Mawar kemudian mengambil kesempatan bercerita kepada S kakaknya yang telah menikah saat berkunjung ke diamannya.

Bak disambar petir S yang kurang mengerti Kota Sungailiat karena selama ini tinggal di kota lain langsung membawa korban ke Polres Bangka melaporkan kejadian yang menimpa sang adik. 

X akhirnya berhasil dibekuk setelah sebelumnya sempat menghilang mengetahui dirinya dilaporkan ke Polres Bangka.

X dijerat dengan UU Perlindungan anak dengan ancaman 15 tahun penjara.

"Kita imbau kepada masyarakat guna menjaga anak anak karena pelaku rata rata adalah orang dekat korban dalam kasus pencabulan terhadap anak," kata AKP Dedy Setiawan.

Ditangani Berbeda

Dua kasus pencabulan anak di bawah umur yang terjadi di Sungailiat yang ditangani oleh Unit PPA Sat Reskrim Polres Bangka ditangani berbeda.

Satu kasus ditangani dengan TKP di Camp TI masih berlanjut dan rencana jika lengkap BAP akan diajukan ke jaksa.

Sedangkan kasus lainnya dengan TKP kediaman tempat tinggal disalah satu kampung di Sungailiat dalam tahap untuk Restorasi Justice.

"Untuk restorasi justice penyidik lebih dulu akan melakukan gelar perkara," kata Kasat Reskrim AKP Dedy Setiawan Jumat (30/4/2021) kepada Bangkapos.com.

Seperti diketahui dua kasus kejadian ayah tiri mencabuli anak tiri terjadi di Kota Sungailiat Kabupaten Bangka. Kasus pertama.

X mencabuli anak tirinya sejak duduk di kelas 5 SD. Kejadian tersebut terungkap setelah korban sebut saja Mawar yang sekarang sekolah SMP menceritakan kejadian tersebut kepada kakak perempuannya S yang baru tiba dari kota lain di Pulau Sumatera.

Kejadian yang menimpa Mawar tersebut terjadi berulang di rumah mereka disalah satu sudut Kota Sungailiat.

Pelaku melakukan perbuatan cabul terhadap korban baik meraba raba maupun menjilati kemaluan korban.

Bahkan berdasarkan hasil visum didapati adanya luka trauma dikemaluan korban.

Sedangkan kasus kedua terjadi di camp TI yang dijadikan tempat tinggal di Tanjung Ratu Desa Rebo Kecamatan Sungailiat Kabupaten Bangka.

M melaporkan suaminya J setelah mendapati Bunga anak kandungnya atau anak tiri J dicabuli.

Saat itu M pulang ke camp TI yang merupakan tempat tinggal ia bersama suami barunya J dan anak kandungnya Bunga usai bekerja serabutan.

Saat ia masuk kedalam camp dirinya melihat J sedang memasukkan tangannya kedalam kemaluan Bunga. Melihat hal tersebut M berlari ke dapur camp kemudian memanggil Bunga.

Selanjutnya Bunga diajak M menuju k=Kantor Desa Rebo melaporkan kejadian.

Oleh aparat Desa Rebo M dan Bunga diantarkan ke Polres Bangka untuk melaporkan kejadian tersebut.

Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satrekrim Porles Bangka kemudian menindaklanjuti laporan tersebut dan berhasil mengamankan tersangka.

Menurut Kanit PPA Bripka Dian Plaza saat ini kedua korban dititipkan ke Rumah Aman Dinsos Bangka.

Hal ini dilakukan mengingat kedua korban mengalami trauma.

Bahkan untuk kasus yang terjadi di rumah dengan korban Mawar selain mengalami trauma juga mendapatkan tekanan dari pihak keluarga.

Mawar malah sempat membantah telah menjadi korban pencabulan ayah tirinya dan meminta agar laporan tersebut dicabut.

"Selama berada di Rumah Aman kita titipkan keduanya mengalami perkembangan cukup baik ini salah satu cara mengurangi trauma terhadap kedua korban dengan menjauhkan dari keluarga sementara waktu," kata Bripka Dian Plaza.
(Bangkapos.com/deddy marjaya)
 

Editor: Iwan Satriawan
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved