Breaking News:

PLTN Pertama Indonesia, ThorCon & PLNE Akan Lakukan Evaluasi di Pulau Tak Berpenghuni di Bangka

ThorCon bersama-sama dengan PLNE sudah melakukan evaluasi awal ke calon tapak PLTT ThorCon di Pulau tidak berpenghuni.

ist
PT Prima Layanan Nasional Enjirining (PLNE) dan Kantor Perwakilan ThorCon International, Pte. Ltd. melakukan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama untuk melakukan Feasibility Study dan Studi Tapak termasuk Grid Study Pembangkit Listrik Tenaga Thorium (PLTT) ThorCon pada, (30/4/2021) di Jakarta yang diharapkan dapat selesai pada akhir tahun 2021. 

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- PT Prima Layanan Nasional Enjirining (PLNE) dan Kantor Perwakilan ThorCon International, Pte. Ltd melakukan penandatanganan perjanjian kerja 
sama untuk melakukan Feasibility Study dan Studi Tapak termasuk Grid Study Pembangkit Listrik Tenaga Thorium (PLTT) ThorCon pada, (30/4/2021) di Jakarta.

Studi diharapkan dapat selesai pada akhir 2021. 

Selanjutnya, akan dilakukan kajian baik dari aspek desain teknis, wilayah, sistem kelistrikan, ekonomi, dan juga lingkungan nantinya akan memperlihatkan kelayakan PLTT ThorCon dalam sistem kelistrikan di wilayah Sumatera. 

Feasibility Study dan Studi Tapak termasuk Grid Study yang akan dilakukan PLNE 
tersebut merupakan kajian yang diarahkan oleh Pemerintah untuk dilakukan ThorCon.

Itu dilakukan, sebagai  langkah persiapan pembangunan Prototipe PLTT yang diharapkan dapat menjadi PLTN pertama Indonesia  sebagai Independent Power Producer (IPP) dengan target operasi komersial 2028. 

Kepala Kantor Perwakilan ThorCon International, Pte. Ltd, menjelaskan, Bob S. Effendi, menjelaskan dalam hal studi tapak yang akan dilakukan, ThorCon bersama-sama dengan PLNE sudah melakukan evaluasi awal ke calon tapak PLTT ThorCon di Pulau tidak berpenghuni.

Di Perairan Bangka yang berjarak sekitar 30 km dari Pulau Bangka dengan luas Pulau sekitar 200-an Hektar. 

Ia menambahkan, evaluasi awal tersebut dilakukan juga didampingi oleh wakil dari Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, dan hasil evaluasi tersebut telah disampaikan kepada Gubernur dan telah mendapat dukungan atas hasil evaluasi awal yang dilakukan. 

“Kami menetapkan lokasi tapak di pulau terpencil yang jauh untuk mengurangi ketakutan masyarakat, tentunya kami juga berkomitmen untuk tetap menjaga ekosistem pulau. Dan konservasi sebagaimana Kami sampaikan kepada Gubernur Bangka Belitung dan proses perizinan pemanfaatan pulau tersebut akan kami lakukan dalam waktu dekat,"kata Bob S. Effendi, dalam rilis yang diterima Bangkapos.com, Jumat (30/4/2021).

Acara penandatanganan perjanjian kerja sama disaksikan oleh CEO Thorcon 
International, David Devanney serta melalui Zoom oleh Asisten Deputi Bidang Energi dan Kepala Bidang Partisipasi dan Kerjasama Energi mewakili Deputi Bidang Koordinasi Kedaulatan Maritim dan Energi Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi.

Direktur Energi Baru dan Energi Terbarukan Direktorat Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi Kementerian ESDM, dan Plt Kepala Dinas ESDM Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. (*/Bangkapos/Riki Pratama)

Penulis: Riki Pratama
Editor: khamelia
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved