Breaking News:

Virus Corona di Bangka Belitung

Duh, Kasus Baru Virus Corona di Bangka Belitung Trennya Meningkat, Sehari Bertambah 200 Kasus

Kasus baru positif Virus Corona di Provinsi Bangka Belitung kembali meningkat pada satu pekan ini.

Bangkapos/Riki Pratama
Sekretaris Percepatan, Penanganan Satgas Covid-19, Mikron Antariksa, bersama pihak Bandara Depati Amir, memerika kesiapan Posko verifikasi larangan mudik yang mulai berlaku pada 6-17 Mei 2021 mendatang. 

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Kasus baru positif Virus Corona di Provinsi Bangka Belitung kembali meningkat pada satu pekan ini.

Hari ini saja, Sabtu (1/5/2021) jumlah kasus positif Covid-19 kembali bertambah 200 orang, sehingga total keseluruhan menjadi 13.646 kasus.

Kemudian diikuti penambahan sembuh  dari Covid-19 bertambah 142 orang, sehingga total 11.747 kasus dan meninggal dunia bertambah 2 orang, total 213 kasus.

Beberapa hari sebelumnya juga, kasus Covid-19 Babel selalu bertambah di atas seratus orang setiap harinya.

Sekretaris Percepatan, Penanganan Satgas Covid-19, Mikron Antariksa, mengatakan, ada beberapa faktor yang menyebabkan kenaikan kasus di Bangka Belitung.

Pertama menurutnya, karena penyesuaian data jumlah positif Covid-19 di Kabupaten Belitung dengan pemerintah pusat karena dianggap belum sama.

"Karena sebelumnya di Belitung memasukkan data positif berdasarkan tes swab PCR. Kemudian berubah, data semua dimasukan dengan hasil rapid tes antigen. Sekarang secara bertahap dimasukkan sehingga terjadi lonjakan," kata Mikron, kepada wartawan, Sabtu (1/5/2021).

Kemudian faktor lainya, kata Mikron perubahan kebijakan untuk kasus positif Covid-19 yang tidak mewajibkan karantina terfokus dan dapat memilih untuk karantina mandiri di rumah.

"Semenjak yang terkonfirmasi diberikan pilih antara karantina atau siolasi mandiri, sehingga dalam pengawasan isolasi mandiri pengawasanya lemah dan masih belum optimal akibatnya kasus bertambah,"ujarnya.

Mikron, mengatakan seandainya saja tak ada kebijakan isolasi mandiri mungkin akan dapat memutus mata rantai penyebaran, karena dilakukan secara terpusat.

Halaman
12
Penulis: Riki Pratama
Editor: khamelia
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved