Breaking News:

Hikmah Nuzulul Quran dari Segi Akademik oleh Guru Besar IAIN SAS Bangka Belitung

Bupati Kabupaten Bangka Mulkan hadir dalam Acara Buka Bersama Kepala OPD, Forkopinda Bangka dan tokoh

IAIN SAS Bangka Belitung
Perceramah Cendikiawan dan Akademisi IAIN SAS Bangka Belitung, Prof. Dr. H. Hatamar Rasyid, MA 

BANGKAPOS.COM , BANGKA -- Bupati Kabupaten Bangka Mulkan hadir dalam acara buka bersama Kepala OPD, Forkopinda Bangka dan tokoh masyarakat yang terdiri dari tokoh agama, tokoh pemuda dan lainnya sekaligus dilaksanakan  Peringatan Nuzulul Quran dengan menghadirkan perceramah cendikiawan dan akademisi  Insititut Agama Islam Negeri (IAIN) Syaikh Abdurrahman Siddik, Prof. Dr. H. Hatamar Rasyid, MA di rumah Dinas Bupati Bangka, Kamis (29/04/2021) sore.

Dalam sambutannya Bupati Bangka Mulkan menyampaikan bahwa acara ini penting dilaksanakan selain sebagai sermonial keagamaan Islam berupa memperingati hikmah Nuzul Quran, tetapi juga untuk memperkokoh dan mempererat tali persaudaraan khususnya dalam masa Pandemi Covid 19 yang masih melanda dunia umumnya dan Bangka khususnya.

Secara khusus meminta pencerahan bagi hadirin yang hadir dari akademisi IAIN Prof. Dr. H. Hatamar Rasyid, MA agar menguraikan dan mengupas secara akademik hikmah Nuzul Quran bagi kehidupan Muslim saat ini, tutup Mulkan.

Prof.Dr. H. Hatamar Rasyid dalam ceramahnya menyampaikan bahwa Al Quran yang diturunkan pada 17 Ramadhan lebih dari 15 Abad yang silam memberikan kontribusi yang luar biasa bagi umat manusia dalam mengembangkan peradaban di muka bumi.

Salah satu hikmah yang dahsyat dari Nuzul Quran adalah adanya perintah "membaca" dalam konteks ruang dan waktu saat ini.

Surat Al Alaq sebagai awal perintah membaca merupakan tonggak penting adanya budaya literasi yang kuat dalan Islam yang didapati ajarannya dalam Al Quran. Jika dunia saat ini baru menyadari pentingnya literasi itu, maka Al Quran telah mengajarkannya sejak 15 Abad yang silam. Perintah membaca ( اقرا ) yang pertama dalam surat Al 'Alaq dimaksudkan bahwa siapa saja yang ingin mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi lalu selanjutnya membangun peradaban, dimulai dengan membaca. Perintah membaca ( اقرء ) yang kedua dimaksudkan bahwa hasil bacaan berupa ilmu pengetahuan itu wajib diajarkan kepada orang lain supaya ada alih generasi.

Hampir semua peradaban besar di dunia dimulai dari bacaan; Illiad karya Homer menjadi tonggak awal lahirnya peradaban Yunani,  kitab Perjanjian Baru tonggak tumbuhnya kemajuan dunia Eropa dan Al Quran adalah tonggak awal peradaban Islam.

Pada penutup Prof. Dr. H. Hatamar Rasyid menyimpulkan bahwa Al Quran sbg  kitab Suci; bacaan ummat Islam, diturunkan di bulan Ramadhan sebagai Way of life;  Hudan dan pembeda antara yang haq dan bathil dan dia disiapkan bagi muslim yang Muttaqin. seraya mengutif Al Baqarah ayat kedua, dimana Al Quran sebuah kitab yang tiada keraguan didalamnya dan menjadi Hudan  bagi orang orang yang bertaqwa ( muttaqin).

(Penulis: Mega Paraiyannie)

Editor: nurhayati
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved