Breaking News:

Redakan Nyeri Akibat Migrain, Ini Perubahan Gaya Hidup yang Harus Dilakukan

Migrain bukan hanya sekadar sakit kepala yang parah, melainkan penyakit neurologis dengan berbagai gejala.

Editor: Ajie Gusti Prabowo
g-stockstudio
Ilustrasi sakit kepala 

Malah ada makanan tertentu yang dapat memicu migrain. Sebut saja cokelat, keju tua, daging yang mengandung nitrat, anggur merah dan minuman beralkohol lainnya.

Makanan yang mengandung MSG, diasinkan, atau difermentasi juga dapat memicu migrain. Makanan lainnya adalah kafein, bawang, lentil dan kacang-kacangan, serta beberapa buah seperti alpukat.

Pada beberapa orang, gejala migrain dapat berbeda-beda. Namun yang paling umum adalah kepala berdenyut hingga terasa nyeri di salah satu atau kedua sisi kepala.

Gejala lainnya meliputi mual atau muntah, kepekaan terhadap cahaya, kebisingan, atau bau, serta nyeri yang semakin parah ketika melakukan sesuatu.

Hidung tersumbat, perubahan penglihatan, kelelahan, pikiran kabur, sakit leher, menggigil, berkeringat, dan sakit kepala ringan juga bisa menjadi gejala.

Untuk mendiagnosis apakah seseorang mengalami migrain atau tidak, membutuhkan bantuan dokter. Biasanya dokter akan menanyakan tentang gejala dan riwayat kesehatan.

Selanjutnya dokter akan melakukan pemeriksaan fisik dan neurologis serta bertanya seputar migrain.

Pada situasi tertentu, dokter mungkin menyarankan tes darah, CT scan, atau MRI untuk melihat penyebab sakit kepala yang lebih serius.

Tidak ada obat untuk mengatasi migrain. Perawatan difokuskan untuk mencegah serangan migrain dan mengobati gejala sakit kepala di masa mendatang.

Biasanya dokter akan memberikan obat-obatan untuk meredakan rasa nyeri sesuai dengan keluhan masing-masing orang.

Halaman
123
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved