Breaking News:

Rayakan Hardiknas, SMP PGRI 2 Pangkalpinang Ikuti Acara Webinar dari PGRI

SMP PGRI 2 Pangkalpinang ikut serta dalam Webinar Nasional dalam rangka memperingati Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) setiap 2 Mei.

Istimewa
Kepala Sekolah SMP PGRI 2 Pangkalpinang, Aguslia Pratiwi SPd. 

BANGKAPOS.COM, BANGKA-- SMP PGRI 2 Pangkalpinang ikut serta dalam Webinar Nasional dalam rangka memperingati Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) setiap 2 Mei.

"Iya benar, besok senin (3/5) untuk semua sekolah dari SD, SMP Negeri maupun Swasta yang mengikuti acara Webinar dari PGRI," kata Kepala Sekolah SMP PGRI 2 Pangkalpinang, Aguslia Pratiwi SPd kepada Bangkapos.com, Minggu (2/5/2021).

Webinar tersebut dengan tema "Integrasi Perguruan Tinggi dan Pemerintah Daerah dalam Menjawab Pendidikan Abad 21 pada New Norma" yang dihadiri oleh Walikota Pangkalpinang Maulan Aklil, Rektor IAIN SAS Babel, Dr Zayadi dengan narasumber Profesor Dr Imam Fu'adi, Direktur Pasca Sarjana IAIN SAS Babel, Dr Iskandar dan Eko Heri Priyanto Ketua PGRI Pangkalpinang.

Menurut Aguslia, Webinar tersebut hanya diikuti oleh seluruh guru dan Kepala Sekolah di SD dan SMP di Pangkalpinang, tidak dengan siswa-siswa.

"Hanya guru dan Kepala Sekolah dari SD dan SMP karena quota hanya sekitar 350-an," ujarnya.

Dirinya mengatakan, pihak sekolah dari SD maupun SMP akan memasang spanduk Hardiknas di sekolah masing-masing.

Aguslia Pratiwi menganggap, Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) dengan slogan Merdeka Belajar yang digaungkan oleh Menteri pendidikan banyak dikonotasikan negatif oleh sebagian orang, khususnya pelajar.

"Slogan MERDEKA BELAJAR yang digaungkan oleh Pak Menteri, banyak beredar berbagai pengertiannya. Kalau saya sebagai Pendidik (guru) memaknainya dengan Dunia pendidikan yang maju akan meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Untuk itu jika kualitas guru meningkat maka kualitas pendidikan juga akan meningkat," jelasnya."Saya ikut prihatin dengan banyak siswa yang terhanyut dalam Merdeka Belajar saat pandemi sekarang yang malah ke konotasi negatif, semoga akan kembali ke semula," sebutnya.

Dirinya menyebutkan, siswa menandainya dengan bebas belajar artinya ya bebas mereka mau belajar atau tidak, jadi guru wajib meluruskan dan mempersatu visi dan misinya pengertian dari merdeka belajar itu sendiri. (Bangkapos.com / Widodo)

Penulis: Widodo
Editor: M Ismunadi
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved