Breaking News:

KKB Papua

Dilabeli Teroris, Ini Permintaan Konyol Pentolan KKB Papua Egianus Kogaya Tantang Perang TNI-Polri

Setidaknya itu menurut Gubernur Papua Lukas Enembe, yang meminta pemerintah meninjau ulang cap teroris itu.

Foto Facebook
Anggota KKB pimpinan Lamek Taplo disebut terlibat dalam penyerangan anggota TNI di Distrik Serambakon, Kabupaten Pegunungan Bintang, Papua, Selasa (20/10/2020) 

BANGKAPOS.COM - Pemerintah Indonesia menetapkan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) Papua sebagai organisasi teroris, ternyata dipandang bukan sesuatu yang baik.

Setidaknya itu menurut Gubernur Papua Lukas Enembe, yang meminta pemerintah meninjau ulang cap teroris itu.

Lukas khawatir berpengaruh negatif terhadap kehidupan sosial dan ekomomi masyarakat Papua. 

Menyoal aksi KKB Papua, sepanjang 2021 yang baru berjalan empat bulan saja, terhitung sudah ada 17 aksi kekerasan yang mereka lakukan.

Dua aksi mereka yang paling populer dan terhangat adalah aski pembakaran sekolah dan rumah kepala suku serta bentrokan yang menewaskan Kepala BIN Daerah (Kabinda) Papua, Brigjen TNI Gusti Putu Danny Nugraha.

Namun, label teroris beserta aksi-aksi beringas para anggota KKB di Bumi Cenderawasih kadang bertolak belakang dengan reaksi mereka kala pemerintah Indonesia berencana melakukan tindakan lebih tegas terhadap mereka.

Mundur tahun 2018, salah satu pimpinan KKB yang dianggap paling berani dan sadis, Egianus Kogoya, melontarkan ucapan yang tak masuk akal.

Sosok pemimpin pemberontakan yang pernah menantang TNI-Polri tersebut memang mengaku siap melawan Indonesia.

Tapi, lucunya, Egianus Kogoya melontarkan syarat yang aneh, dia meminta pihak TNI tidak mengunakan peralatan canggih seperti helikopter atau bom udara.

"Militer Indonesia berperang melawan negara mana? Sebab mereka berlebihan menggunakan peralatan perang yang canggih seperti Helikopter, BOM dari Udara serta serangan udara dan darat seakan-akan berperang melawan negara merdeka dengan peralatan militer yang setimpal. Kami siap perang darat saja di medan perang," tegas Egianus Kogeya.

Halaman
1234
Editor: Alza Munzi
Sumber: Intisari
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved