Breaking News:

KKB Papua

Dilabeli Teroris, Ini Permintaan Konyol Pentolan KKB Papua Egianus Kogaya Tantang Perang TNI-Polri

Setidaknya itu menurut Gubernur Papua Lukas Enembe, yang meminta pemerintah meninjau ulang cap teroris itu.

Editor: Alza Munzi
Foto Facebook
Anggota KKB pimpinan Lamek Taplo disebut terlibat dalam penyerangan anggota TNI di Distrik Serambakon, Kabupaten Pegunungan Bintang, Papua, Selasa (20/10/2020) 

Penetapan KKB Papua sebagai kelompok teroris juga dinilai rawan menimbulkan pelanggaran HAM yang serius di Papua.

Ketua Setara Institute, Hendardi dalam keterangan tertulis, Kamis (29/4/2021), mengatakan, "Selain kontraproduktif, mempercepat dan memperpanjang spiral kekerasan, langkah pemerintah juga rentan menimbulkan pelanggaran HAM yang serius."

Hendardi menilai keputusan tersebut menggambarkan ketidakcakapan pemerintah dalam mengelola dan meniti resolusi konflik di Papua.

Selain itu, pelabelan tersebut juga menunjukkan ekspresi sikap putus asa pemerintah yang tidak kunjung tuntas menangani kelompok perlawanan Papua.

Hendardi mengatakan, "Sama seperti penamaan KKB yang merupakan produk negara, penamaan sebagai teroris juga dilakukan oleh negara untuk melegitimasi tindakan-tindakan represif dan pembenaran operasi secara massif di Papua."

Ia meyakini bahwa pelabelan kelompok perlawanan di Papua tidak akan memutus siklus kekerasan yang telah berlangsung lama dan panjang.

Kegagalan aparat keamanan dalam melumpuhkan kelompok bersenjata selama ini lebih dikarenakan kurangnya dukungan dan kepercayaan dari masyarakat setempat.

Hendardi menambahkan, "Selain kondisi geografis dan pengenalan area di pegunungan sebagai kendala utama. Pelabelan teroris dan tindakan operasi lanjutannya adalah kebijakan terburuk Jokowi atas Papua."

(intisari.grid.id)

Sumber: Intisari
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved