Breaking News:

Virus Corona di Bangka Belitung

Guru SMPN 3 Pemali Meninggal Dunia, Suami Sebut Setelah Sepuluh Hari Divaksin Covid-19 

Seorang guru SMPN 3 Kecamatan Pemali di Desa Sempan  meninggal dunia beberapa hari setelah menjalani Program Vaksinasi Covid-19 dosis 1 untuk guru

bangkapos.com
Rumah orangtua almarhumumah guru, MG di Desa Pemali. (Bangkapos.com/Edwardi) 

BANGKAPOS.COM , BANGKA -- Seorang guru SMPN 3 Kecamatan Pemali di Desa Sempan  meninggal dunia beberapa hari setelah menjalani Program Vaksinasi Covid-19 dosis 1 untuk guru.

Tersiar kabar guru ini divaksinasi Covid-19 pada saat sedang mengalami sakit gigi, lalu dua hari kemudian meninggal dunia.

Guru meninggal dunia saat menjalani perawatan di rumah sakit, di mana hidung, lobang telinga, mata mengeluarkan darah karena terjadi pembekuan darah.

Untuk membuktikan kebenaran informasi ini Bangkapos.com menemukan alamat rumah orangtua sang  guru honorer, bernama MG  di Jalan Kenangan Desa Pemali. Sedangkan rumahnya ada di Desa Sempan Kecamatan Pemali.

"Memang benar pak, ini rumah orang tua ibu MG, guru SMPN 3 Pemali, almarhumah tinggal di Desa Sempan namun kemarin jenazah diurus dan dikuburkan di sini," kata Fatimah, Kakak Ipar Guru MG.

Semula pihak keluarga ini tidak bersedia mengungkapkan kejadian yang dialami guru honorer MG ini kepada Bangkapos.com, namun setelah dijelaskan akhirnya bersedia menghubungi suami MG, Yuli Mulyana yang saat itu sedang berada di Pangkalpinang.

"Kalau kabar dua hari setelah Vaksin Covid-19 dia meninggal dunia itu tidak benar, yang benar sekitar 10 hari setelah divaksin," kata Yuli Mulyana.

Diungkapkannya, almarhum MG divaksin pada hari Senin (12/04/2021) atau sehari sebelum bulan puasa. 

"Pagi itu dia pamit minta izin mau ikut Vaksinasi Covid-19, saya sempat melarangnya karena istri saya sedang sakit gigi dan juga ada sakit hipertensi, asma dan penyakit dalam lainnya. Namun akhirnya istri saya tetap ikut divaksin. Dia bilang ke saya saat ditanyai dokter sudah diungkapkannya semua penyakit yang dideritanya dan kata dokter tidak apa-spa, tidak ada pengaruh dan boleh ikut vaksin," kata Yuli Mulyana.

Dilanjutkannya, dua hari setelah vaksin, sakit gigi istri saya tidak sembuh juga, bahkan kepalanya jadi pusing dan.muntah-muntah , kami sudah berobat ke pak mantri dan beli obat di toko tetapi belum sembuh juga.

Halaman
12
Penulis: edwardi
Editor: Fery Laskari
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved