Breaking News:

Kasus Makin Tinggi, Satgas Covid-19 Bangka Belitung Revisi Perda dan Peniadaan Isolasi Mandiri

Satgas Covid-19, Provinsi Bangka Belitung bakal memperbaruhi aturan berkenaan penanganan Covid-19 di Babel.

Bangkapos.com/Riki Pratama
Sekretaris Percepatan, Penanganan Satgas Covid-19, Provinsi Bangka Belitung, Mikron Antariksa. 

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Sekretaris Percepatan, Penanganan Satgas Covid-19, Provinsi Bangka Belitung, Mikron Antariksa, mengatakan, Satgas bakal memperbaruhi aturan berkenaan penanganan Covid-19 di Babel.

Ia mengatakan perbaruan aturan dilakukan dalam upaya menekan kasus Covid-19 yang kian bertambah setiap harinya.

Kebijakan tersebut, seperti meniadakan isolasi mandiri dan mengembalikan ke pengaktifan wisma karantina di setiap kabupaten/kota. Kemudian melakukan revisi terhadap Peraturan Daerah (Perda) nomor 10 tahun 2020 berkaitan dengan penanganan Covid-19.

"Memang kebijakan isolasi mandiri yang satu di antaranya membuat kasus bertambah. Karena sebelumnya kita memiliki wisma karantina dan sedikit banyak mempengaruhi berkurangnya kasus positif Covid-19, karena dari pengawasan yang ketat dilakukan, sementara isolasi mandiri tidak," ujar Mikron kepada wartawan, Senin (3/5/2021) di kantor guburnur.

Ia menyebutkan, revisi perda nomor 10 tahun 2020 juga bakal dilakukan dan dibahas bersama Kejaksaan Tinggi Babel. Diharapkan dengan adanya revisi perda dapat lebih efektif  melakukan penerapan sanksi sosial dan denda.

"Karena peraturan sebelumnya harus melaksanakan secara preventif kepada masyarakat. Tetapi, nanti diharapkan lebih agresif untuk menjaring para pelanggar dan menyadarkan untuk patuh protokol kesehatan,"tegasnya.

Berkaitan dengan pelaksanaan isolasi mandiri, kata Mikron diakuinya tidak dapat berjalan maksimal karena kurangnya pengawasan terhadap warga yang terkonfirmasi.

"Karena isolasi mandiri mereka ada yang berjalan keluar rumah, sampai membeli sate, sehingga membuat penyebaran cukup signifikan. Jadi langkah tadi dikembalikan ke awal, untuk penyediaan wisma karantina di setiap kota/kabupaten,"ujarnya.

Dia menambahkan, dari hasil evaluasi dan monitoring pelaksaan di wilayah Babel dari 393 desa/kelurahan di Babel yang saat ini sudah memiliki posko untuk melaksanakan PPKM di 63 tempat.

"Yang mana daerah itu sudah memiliki posko kampung tegap mandiri, yang diharapkan bisa mengendalikan penyebaran vkrus corona di tempatnya,"harapnya. (Bangkapos/Riki Pratama)

Penulis: Riki Pratama
Editor: M Ismunadi
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved