Breaking News:

Human Interest Story

Salma Banting Tulang Jadi Asisten Rumah Tangga Demi Hidupi Anaknya

Kisah seorang ibu rela berjuang demi membesarkan anaknya. Ialah ibu Salma (48) Warga Selindung Lama, Kecamatan Gabek Pangkalpinang.

Bangkapos.com/widodo
Wilinda dan ibunya Salma saat ditemui Bangkapos.com di rumahnya di Selindung Lama Kota Pangkalpinang, Senin (3/5/2021). 

BANGKAPOS.COM, BANGKA-- Kisah seorang ibu rela berjuang demi membesarkan anaknya. Ialah ibu Salma (48) Warga Selindung Lama, Kecamatan Gabek Pangkalpinang.

Tampak mengenakan baju abu-abu saat ditemui di rumahnya sembari duduk bersantai bersama anaknya.

Wanita 48 tahun itupun membagikan kisahnya yang bekerja sebagai asisten rumah tangga di dekat daerah Greenland Pangkalpinang untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

"Keseharian saya sebagai pembantu (asisten rumah tangga -red) setiap hari di Greenland dari Pukul 07.00 WIB sampai pukul 13.00 WIB," kata Salma kepada Bangkapos.com, Senin (3/5/2021).

Katanya lagi, upah atau gaji yang ia hasilkan setiap hari dalam sebulan yakni Rp1 juta. Gaji tersebut ia kelola untuk kebutuhan sehari-hari.

Diketahui, suami Salma sudah meninggal sejak 6 tahun yang lalu dan kini dirinya hanya tinggal bersama anaknya yakni Wilinda yang saat ini masih duduk di kelas 6 Sekolah Dasar.

"Almarhum suami sudah meninggal  6 tahun yang lalu sejak Wilinda masih kelas 1 di Sekolah Dasar (SD) dan saat ini di hanya tinggal berdua bersama Wilinda, anak pertama dan kedua sudah berkeluarga," ucap Salma.

Kendati demikian, ia mengatakan menjelang lebaran dirinya kerapkali membuat kue pesanan dari orang.

"Alhamdulillah kalau menjelang lebaran seperti ini bikin kue lebaran pada H-4 seperti kue lapis susu, lapis gulung dan sudah dipesan, malam bikinnya kalau siang kerja," kata Salma.

Sejak 6 tahun kepergian almarhum suaminya, Salma memulai membuat kue lebaran pesanan orang untuk menambah penghasilan sampingan.

Hasil berkeja dan membuat kue itulah dirinya bisa menafkahi putrinya yang masih berusia 11 tahun. Tetapi tidak menutupkemungkian dirinya mengatakan juga sering diberikan oleh dua orang anaknya yang sudah berkeluarga.

"Iya dari hasil kerja itu dikelola untuk kebutuhan semuanya, tetapi ada juga kadang dikasih dari anak, kadang seminggu kadang sebulan sekali," katanya.

Khususnya pembuatan kue lebaran idul Fitri tahun ini pesanan orang mencapai 60 loyang. Kue lapis susu per loyang diberi harga Rp160.000, sedangkan kue lapis gulung Rp25.000 per gulung. (Bangkapos.com/Widodo) 

Penulis: Widodo
Editor: Fery Laskari
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved