Breaking News:

Tiga Program Bulan Mutu Karantina 2021, Dukung Pemenuhan Protein Masyarakat

SKIPM Pangkalpinang yang membagikan 1.200 paket ikan sehat bermutu untuk tujuh Kecamatan di Kota Pangkalpinang.

Bangkapos.com
Kepala Stasiun Karantina Ikan, Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan (SKIPM) Pangkalpinang M. Darwin Syah Putra saat Dialog Ruang Tengah Bangka Pos, Senin (3/5/2021). 

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Bulan Mutu Karantina (BKM) 2021 mengusung tema Ikan Sehat Bermutu untuk mendukung Pemenuhan Protein Masyarakat sedang berlangsung saat ini.

Sebelumnya, agenda yang diselenggarakan secara nasional ini sudah diresmikan oleh Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono dari Terminal Peti Kemas Koja, Pelabuhan Tanjung Priok.

Kegiatan BKM ke-6 yang rutin dilakukan tahunan ini digelar mulai tanggal 14 April - 14 Juni 2021.

Ada tiga program unggulan yang akan dilaksanakan meliputi peduli sosial, peduli lingkungan dan pekan pelayanan publik.

Sementara, untuk di Bangka Belitung sendiri program peduli sosial sudah dilakukan oleh Stasiun Karantina Ikan, Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan (SKIPM) Pangkalpinang yang membagikan 1.200 paket ikan sehat bermutu untuk tujuh Kecamatan di Kota Pangkalpinang.

"Selama tiga bulan, dari April sampai Juni 2021. Rangkaian acara peduli sosial, untuk wilayah Babel, kita bagikan sebanyak 3,6 ton ikan singkur, kita bagikan ke masyarakat Pangkalpinang untuk tahun ini. Kita bekerjasama dengan ibu-ibu PKK dan pengerak sosial untuk menentukan penerimanya, terutama yang terdampak stunting, ibu-ibu hamil dan keluarga kurang mampu," Kepala Stasiun Karantina Ikan, Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan (SKIPM) Pangkalpinang M. Darwin Syah Putra saat Dialog Ruang Tengah Bangka Pos, Senin (3/5/2021).

Ada dua tujuan dari program peduli sosial ini yakni membantu perekonomian masyarakat dan menyediakan protein melalui ikan untuk meningkat imunitasi dalam melawan Covid-19.

"Program lainnya ada peduli lingkungan, pelepasan ikan-ikan lokal atau endimik, bersih pantai atau tanam pohon yang akan dilaksanakan setelah lebaran. Terakhir ada program pekan pelayanan publik dengan tema tertentu, Bangka Belitung akan dilaksanakan pasca lebaran," kata Darwin.

Lebih lanjut, ia juga menyingung terkait ikan yang menjadi penyumbang inflasi di sektor perekonomian.

"Jenis ikan yang menjadi survei dan inflasi yakni ikan ciu, krisi, tongkol, dan tenggiri. Ikan yang sering dikonsumsi itu yang disurvei BPS. Bahkan tak hanya inflasi tetapi juga pernah deviasi, jadi sektor perikanan sangat mempengaruhi perekonomian Bangka Belitung," lanjutnya.

Maka menurutnya penting sekali dikendalikan agar kondisi ini tidak terus menerus terjadi.

"80 persen wilayah kita ini perairan, kok bisa jadi penyebab. Jadi tingkat konsumsi ikan di Babel lebih besar dari rata-rata nasional. Tidak bisa dipungkiri, di Babel, gak ada daging gak apa-apa tapi kalau gak ada tekwan, mpek-mpek jadi berasa kurang," kata Darwin.

Selain faktor karena penawaran dan permintaan, faktor penyebab inflasi juga disebabkan faktor cuaca (ada jenis ikan musiman), tata niaga belum maksimal hingga tempat penyimpanan (cool storage yang masih kurang banyak).

"Sehingga permasalah-permasalah ini yang perlu dibenahi dengan perlu adanya sinergi dengan pemerintah daerah untuk mengendalikan inflasi pada sektor perikanan. Bisa juga memanfaatkan Bumdes dalam hal menyetabilkan pemasokan ikan," saran Darwin. (Bangkapos.com/Cici Nasya Nita)

Penulis: Cici Nasya Nita
Editor: M Ismunadi
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved