Breaking News:

Ramadhan 2021

Bagi Penderita Asam Urat Hindari Tiga Jenis Makanan Ini Saat Sahur dan Berbuka Puasa

Dokter spesialis gizi klinik di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Depati Hamzah Pangkalpinang, dr Adinda menjelaskan kadar asam urat normal

istimewa
Dokter Spesialis Gizi Klinik di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Depati Hamzah Pangkalpinang, dr Adinda. (Ist) 

BANGKAPOS.COM , BANGKA -- Dokter spesialis gizi klinik di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Depati Hamzah Pangkalpinang, dr Adinda menjelaskan kadar asam urat normal pada pria dan perempuan itu berbeda kadarnya.

"Kadar asam urat normal pada pria di bawah 7 mg/dl dan pada perempuan di bawah 6 mg/dl. Kadar asam urat di atas normal disebut hiperurisemia. Penyebab hiperurisemia adalah adanya produksi asam urat yang berlebihan atau pengeluaran asam urat dari ginjal yang berkurang atau bisa gabungan dari keduanya," jelas dr Adinda, Selasa (4/5/2021).

Lebih lanjut, ia menerangkan faktor risiko dari penyakit asam urat atau hiperurisemia adalah asupan senyawa purin yang berlebihan yaitu seperti jeroan, hati, ginjal, limpa, usus, babat, tunjang, otak, daging, dan seafood.

Selain itu konsumsi alkohol berlebih dan kegemukan (obesitas) juga dapat meningkatkan risiko hiperurisemia.

"Salah satu studi di Cina menunjukan bahwa risiko hiperurisemia berkorelasi positif dengan asupan daging merah, seafood, alkohol atau fruktosa sedangkan sayuran yang mengandung purin seperti bayam tidak menunjukkan hubungan dengan peningkatan kadar asam urat darah," lanjutnya.

Berdasarkan Rekomendasi dari Pengelolaan Gout American College of Rheumatology ada beberapa makanan yang harus dihindari, dikurangi ataupun yang dianjurkan untuk dikonsumsi bagi penderita hiperurisemia.

Apalagi saat sedang menjalankan ibadah puasa, makanan jenis ini bisa dihindari saat sahur dan berbuka puasa.

1. Hindari makanan yang tinggi purin
Makanan yang harus dihindari antara lain makanan tinggi purin (contoh: jeroan, hati, ginjal).

2. Hindari mengkonsumsi minunan berasa manis
Selain itu hindari juga mengkonsumsi sirup jagung, soda, minuman atau makanan berpemanis yang tinggi akan kandungan fruktosa.

3. Hindari makanan seafood
Untuk makanan yang harus dikurangi lagi dalam konsumsi sehari hari antara lain seafood tinggi purin (seperti sardine, lobster, kerang, udang, kepiting) kemudian Jus dari buah yang manis, gula dapur dan, garam dapur.

"Sedangkan makanan yang di anjurkan untuk dikonsumsi antara lain produk susu yang rendah atau tanpa lemak dan sayuran," saran dr Adinda.

Namun harus di ingat, penatalaksanaan terapi obat dan gizi masing-masing penderita hiperurisemia tidaklah sama, apalagi apabila disertai dengan penyakit komorbid lainnya.

"Karena itu apabila pada pemeriksaan hasil laboratorium darah kita ditemukan adanya peningkatan kadar asam urat maka segeralah mengkonsultasikan dengan dokter untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut," kata dr Adinda. (Bangkapos.com/Cici Nasya Nita) 

Penulis: Cici Nasya Nita
Editor: Fery Laskari
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved