Breaking News:

KKB Papua

Begini Sejarah KKB di Papua, Kelompok yang Masih Diburu Polisi dan TNI

Di Bumi Cendrawasih Kelompok Kriminal Bersenjata atau biasa disebut KKB masih menjadi momok tersendiri bagi masyarakat Papua. 

Facebook/The TPNPB News
Kelompok kriminal bersenjata atau KKB Papua 

BANGKAPOS.COM -- Di Bumi Cendrawasih Kelompok Kriminal Bersenjata atau biasa disebut KKB masih menjadi momok tersendiri bagi masyarakat Papua. 

Apalagi baru-baru ini markas KKB berhasil dikuasai TNI-Polri dan dicap sebagai teroris.

Hal itu tentunya membuat mereka semakin geram, bahkan kini turut mengancam akan menghabisi militer Indonesia dan masyarakat suku Jawa yang tinggal di Papua.

Lantas bagaimana sejarah muculnya KKB dan bagaimana terbentuknya.

KKB Papua
KKB Papua (Via Intisari)

Dikutip dari Tribun-papua.com kelompok tersebut adalah Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat Organisasi Papua Merdeka (TPNPB-OPM).

OPM adalah istilah umum bagi gerakan prokemerdekaan Papua yang dipicu atas sikap pemerintah Indonesia sejak tahun 1963.

Menurut peneliti kajian Papua di Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), gerakan prokemerdekaan Papua merupakan imbas dari perlakuan tidak adil yang diterima masyarakat Papua dari pemerintah Indonesia yang dianggap represif.

Perlawanan OPM secara bersenjata dilakukan pertama kali di Manokrawi pada 26 Juli 1965.

Sedangkan dari laporan Institute for Policy Analysis of Conflict (IPAC) berjudul The Current Status of The Papuan Pro-Independence Movement yang diterbitkan 24 Agustus 2015 menyebut organisasi ini 'terdiri dari faksi yang saling bersaing'.

Faksi ini terdiri dari tiga elemen: kelompok bersenjata, masing-masing memiliki kontrol teritori yang berbeda: Timika, dataran tinggi dan pantai utara; kelompok yang melakukan demonstrasi dan protes; dan sekelompok kecil pemimpin yang berbasis di luar negeri -seperti di Pasifik, Eropa dan AS- yang mencoba untuk meningkatkan kesadaran tentang isu Papua dan membangkitkan dukungan internasional untuk kemerdekaan.

Halaman
1234
Penulis: Magang1
Editor: Teddy Malaka
Sumber: Tribun Papua
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved