Breaking News:

Bisa Langsung ke Penerima atau ke Masjid, Simak Cara Membayar Zakat Fitrah yang Benar

Cara membayar zakat fitrah baik melalui amil zakat maupun langsung ke mustahik (penerma zakat)

Kompas TV
Ilustrasi jenis zakat fitrah yang wajib dibayarkan 

Artinya: Aku niat mengeluarkan zakat fitrah untuk diriku dan seluruh orang yang nafkahnya menjadi tanggunganku fardhu karena Allah Taala.

- Niat Zakat Fitrah untuk Orang yang Diwakilkan

ﻧَﻮَﻳْﺖُ ﺃَﻥْ ﺃُﺧْﺮِﺝَ ﺯَﻛَﺎﺓَ ﺍﻟْﻔِﻄْﺮِ ﻋَﻦْ (..…) ﻓَﺮْﺿًﺎ ﻟﻠﻪِ ﺗَﻌَﺎﻟَﻰ

NAWAYTU AN UKHRIJA ZAKAATA AL-FITRI 'AN (……) FARDHAN LILLAHI TA’ALA

Artinya: Aku niat mengeluarkan zakat fitrah untuk……..(sebutkan nama spesifik), fardhu karena Allah Taala.

Doa Menerima Zakat Fitrah

Setelah membaca niat dan menyerahkan zakat, orang yang menerimanya disunnahkan untuk mendoakan orang yang memberi zakat dengan doa-doa baik.

Doa seperti ini boleh diucapkan dalam bahasa apa pun.

Berikut satu di antara contohnya:

ﺁﺟَﺮَﻙ ﺍﻟﻠﻪُ ﻓِﻴْﻤَﺎ ﺍَﻋْﻄَﻴْﺖَ، ﻭَﺑَﺎﺭَﻙَ ﻓِﻴْﻤَﺎ ﺍَﺑْﻘَﻴْﺖَ ﻭَﺟَﻌَﻠَﻪُ ﻟَﻚَ ﻃَﻬُﻮْﺭًﺍ

Aajaraka Allahu fiima a’thayta, wa baaraka fiima abqayta wa ja’alahu laka thahuran

Artinya: Semoga Allah memberikan pahala atas apa yang engkau berikan, dan semoga Allah memberikan berkah atas harta yang kau simpan dan menjadikannya sebagai pembersih bagimu.

Besaran Zakat Fitrah

Dikutip dari Baznas.go.id, zakat fitrah dapat berupa beras atau makanan pokok seberat 2,5 kg atau 3,5 liter ber jiwa.

Zakat fitrah juga bisa berupa uang senilai 2,5 kg atau 3,5 liter beras.

Nominalnya sendiri menyesuaikan dengan beras yang dikonsumsi.

Yang berarti tiap daerah bisa berbeda nominal zakatnya.

Bolehkah Membayar Zakat Fitrah Langsung Ke Penerima?

Dilansir dari Kompas.com menyerahkan zakat secara langsung kepada para mustahik (penerima zakat) apalagi yang berada disekitar lingkungan tempat tinggal kita merupakan hal yang dianjurkan, sebab umat muslim yang berkecukupan diwajibkan terlebih dahulu membantu orang-orang yang berada di dekatnya.

Namun jika, merasa tidak enak memberikannya secara langsung, apalagi takut dianggap riya, maka dapat disalurkan melalui Lembaga Amil Zakat yang terpercaya.

Berikut adalah cara menyalurkan zakat langsung kepada mustahik (penerima zakat) yang dilansir dari dompetdhuafa.org:

1. Memastikan Jenis Zakat yang Akan Diberikan

Sebekum menyalurkan zakat, pastikan jenis zakat yang akan kita berikan. Apakah zakat fitrah atau zakat maal. Jika zakat fitrah, pastikan juga jenis dan besarnya.

2. Memastikan Golongan Penerima Zakat

Pastikan terlebih dahulu, apakah orang yang akan menerima zakat kita sesuai dengan ketentuan Islam mengenai golongan penerima zakat. Jangan sampai kita sudah memberikan zakat, namun kepada orang yang salah.

3. Menjaga Hati dan Empati pada Mustahi

Saat akan menyalurkan zakat pada mustahik, perhatikan sikap dan apa yang kita bicarakan. Jangan sampai dengan zakat yang diberikan, malah akan menyinggung hati dan perasaan mereka. Jangan gunakan perhiasan berlebih, menunjukkan perbedaan dengan mustahik (penerima zakat) secara strata ekonomi, atau menganggap mereka lebih rendah dibanding muzakki (pembayar zakat).

4. Memberikan Zakat dengan Etika yang Baik

Penyaluran zakat juga harus dilakukan dengan etika yang baik. Misalnya pemelihan tempat, cara memberikan, dan waktu pemberian.

Sempat ada kabar berita bahwa ada orang yang membagikan zakatnya dengan cara melempar-lemparkan uangnya pada mustahik yang banyak dan mengantri di suatu tempat. Tentu hal ini bukan cara yang etis apalagi jumlah yang diterima mustahik juga akan gambling.

Cara yang baik misalnya diberikan di rumahnya. Diberikan sambil berdoa (misalnya doa membayar zakat) satu sama lain, untuk mendoakan yang baik. 

5. Tidak Mengungkit Pemberian Zakat di Hadapan Orang Lain atau Waktu Selanjutnya

Jangan sampai kita mengungkit pemberian zakat di hadapan mustahik, di hadapan orang lain atau di waktu-waktu selanjutnya. Hal ini tentu menjadi riya dan akan menghapus kebaikan kita di waktu sebelumnya. Lupakan dan ikhlaskan, biarlah Allah yang akan memberikan ganti berupa pahala dan penghargaan kelak kita di akhirat.

(Bangkapos.com/Arya Bima Mahendra)

Penulis: Magang2
Editor: Dedy Qurniawan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved