Breaking News:

Cerita Timah Bangka yang Pernah Bikin Sultan Palembang Jadi Orang Terkaya di Bagian Timur

Jadi Sultan Palembang adalah sultan terkaya di Timur. Waktu itu jual sama VOC. Harganya tidak melebihi emas tapi orang perlu sekali dengan timah

Editor: Iwan Satriawan
istimewa
Balok Timah 

Boen A Siong ditempatkan di Belo, sekitar sepuluh kilometer ke arah timur Muntok.

Kawasan ini menjadi daerah eksploitasi besar-besaran tambang timah pertama milik Kesultanan Palembang.

“Sebagai buktinya kita bisa temukan puing peninggalan klenteng di Belo. Padahal mayoritas masyarakat Belo bukan orang Tionghoa,” kata Suwito.

"Ini salah satu jejak orang Tionghoa yang bermigrasi ke pulau Bangka.”

Menurut Fakhrizal, Sultan Palembang pada masa itu menjadi orang terkaya di timur karena penjualan timah.

Timah-timah itu kemudian dijual pada kongsi dagang VOC.

“Jadi Sultan Palembang adalah sultan terkaya di Timur. Waktu itu jual sama VOC. Harganya tidak melebihi emas tapi orang perlu sekali dengan timah. Sultan Palembang juga terlibat perjanjian bahwa timah tidak boleh dijual ke tempat lain. Harus VOC,” katanya.

Pada 1811 Inggris menduduki Bangka. Kesultanan Palembang di bawah Sultan Najamuddin menyerahkan Bangka dan Belitung kepada Inggris.

Inggris membentuk residen dan mengubah nama Mentok menjadi Minto. Hubungan dagang Kesultanan Palembang dengan VOC diputus dan digantikan dengan East India Company (EIC)—dengan Lord Minto sebagai Gubernur Jenderal India.

Namun pada 1814 muncul Traktat London I, mewajibkan Inggris untuk menyerahkan Bangka kepada Pemerintahan Kolonial Belanda.

Halaman
1234
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved