Breaking News:

Cerita Timah Bangka yang Pernah Bikin Sultan Palembang Jadi Orang Terkaya di Bagian Timur

Jadi Sultan Palembang adalah sultan terkaya di Timur. Waktu itu jual sama VOC. Harganya tidak melebihi emas tapi orang perlu sekali dengan timah

Editor: Iwan Satriawan
istimewa
Balok Timah 

Sehingga pada 1816 Belanda menguasai Bangka secara penuh.

Tiga tahun kemudian 1819 Belanda membentuk Banka Tin Winning Bedrijf (BTW), sebuah perusahaan timah milik negara Belanda. Serta menjual timah dengan merek bernama BANKA.

Belanda tetap mengambil pekerja tambang timah dari Tionghoa. Menurut Mary Somers dalam bukunya Timah Bangka dan Lada Mentok menyebutkan bahwa pada tahun 1816 terdapat 2.528 penambang Tionghoa dan 2.123 penduduk Tionghoa lainya yang menyebar di Pulau Bangka.

Belanda pun melakukan kemajuan pada mekanisasi penambangan. Yakni sistem pompa air dengan tenaga uap bernama lokomobil.

Kemudian muncul tenaga semprot untuk menambang lahan timah.

Namun dalam sejarah pertambangan, kuli kontrak timah memiliki reputasi sebagai kelompok yang sulit diatur.

Kerap kali para mandor menjadi sasaran kemarahan kuli-kuli itu menurut Mary Somers.

Pemberontakan kuli tambang yang begitu sohor tercatat berada di bawah pimpinan Liu Nge pada 1889.

Pemberontakan ini menolak ketidakadilan yang terjadi di pertambangan.

Para kuli kontrak resah dengan upah minim yang dibayar Belanda tidak sesuai dengan yang dijual ke Batavia dengan harga yang tinggi.

Halaman
1234
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved